Megawati Janji Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Minggu, 18 Jul 2004 14:08 WIB
Subang -
Presiden Megawati Soekarnoputri berjanji untuk tetap konsisten meningkatkan kesejahteraan para petani termasuk para peneliti di bidang pertanian. Menurut Mega, Indonesia sekarang ini membutuhkan para peneliti yng lebih banyak dan berkualitas. Hal itu dikatakan presiden dalam pembukaan peringatan Tahun Padi Internasional ke-24 di Balai Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (18/7/2004)."Saya tidak membual. karena mungkin ada urusannya dengan Pilpres putaran kedua. Terus terang saja, kalau boleh saya katakan ini bukan bualan tetapi ini harus dilakukan dengan bekerja keras," kata Megawati yang berbicara di hadapan lebih seribu petani yang hadir dalam acara tersebut.Presiden Megawati mencontohkan di luar negeri ada lembaga donor yang memberikan dana kepada para peneliti. Tidak hanya obyek yang ditelitinya saja tetapi juga menanggung seluruh keperluan berikutnya sehingga mereka mampu menciptakan hasil terbaik yang inovatif.Dalam sambutan tanpa teks ini, Megawati tampak lebih komunikatif. Berkali-kali pernyataannya mendapat tepuk tangan hadirin. Megawati juga mengharapkan, pemerintahan mendatang memberikan bantuan berupa alat atau apapun bentuknya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sebetulnya, lanjut Mega, banyak budidaya pangan yang belum dimaksimalkan secara ekonomis. Dicontohkannya adalah jengkol dan pete yang disukai oleh orang Amerika Serikat. "Negara itu butuh berton-ton jengkol dan pete tetapi kenyataannya AS justru pesan ke Thailand dan Thailand pesan ke Indonesia," kata Mega.Oleh karena itu, dalam kesempatan itu Megawati memerintahkan Menperindag Rini Soewandi untuk mencari pasar ekspor sehingga para petani mau membudidayakan tanaman berkualitas ekspor.Butuh Banyak PenelitiSementara itu, Menteri Pertanian Bungaran Saragih mengatakan, dalam bidang sumber daya manusia Indonesia butuh 1500-an peneliti dalam lima atau sepuluh tahun mendatang. Keberadaan peneliti ini sangat penting untuk terus memproduksi dan dalam rangka inovasi budidaya pangan.Bungaran juga mengungkapkan, produksi padi pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 53,7 juta ton. Angka ini meningkat 2,93 persen dari tahun 2003. "Ini buah dari kebijakan proteksi dan promosi pertanian yang dikeluarkan oleh Presiden Megawati," tandas Bungaran, yang dulunya adalah ilmuwan pertanian asal Institut Pertanian Bogor.
(tis/)










































