Benazir Bhutto:
Pakistan Pernah Beli Rudal Korut
Minggu, 18 Jul 2004 12:46 WIB
Jakarta - Bekas Perdana Menteri Pakistan, Benazir Bhutto menyatakan, negaranya pernah membeli teknologi rudal jarak jauh dari Korea Utara pada tahun 1990-an.Meskipun membeli rudal Korut namun tidak ada pertukaran teknologi nuklir. Pernyataannya ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan koran Jepang, Asahi Shimbun, di London, tempat dimana dia tinggal dalam pengasingan dikutip reuters, Minggu (18/7/2004). Menurut Bhutto, rakyat Pakistan juga meminta agar pemerintah Pakistan menjual teknologi nuklir mereka ke negara lain. Pada Februari lalu, Abdul Qadeer Khan, ilmuwan yang juga dikenal bapak nuklir Pakistan menyatakan dia telah menjual rahasia nuklir ke Korea Utara, Libya dan Iran. Akan tetapi, dia mengaku melakukannya tanpa pengaruh yang lainnya.Namun, diploma barat beranggapan Khan tidak bisa bertindak sendirian dalam melakukan penjualan teknologi nuklir. Lanjut mereka, mungkin saja para ilmuwan Pakistan menjual teknologi nuklir ke Korea Utara, negara yang menjadi pusat isu nuklir sejak 2002.Ditanya tentang spekulasi Pakistan mengekspor teknologi nuklir, Bhutto menjawabnya benar. Dikatakannya ada beberapa orang yang mengajukan hal ini ke pemerintah namun Bhutto menyarankan agar hal ini dihindari. Tentang pembelian rudal Korea Utara ini dilakukan Bhutto usai kunjungan pada Desember 1993 ke Pyongyang. Namun ditegaskannya lagi, tidak ada barter dengan teknologi nuklir. Dia membantah jika Pakistan telah mengekspor teknologi nuklir pada 1994-1995. Bhutto menjadi perdana menteri dari Desember 1988 hingga Agustus 1990 dan dari Oktober 1993 sampai Oktober 1996.
(tis/)











































