Susunan Kabinet Tak Efektif Dongkrak Perolehan Suara
Minggu, 18 Jul 2004 09:56 WIB
Jakarta - Rancangan susunan kabinet dinilai tidak akan efektif untuk mendongkrak perolehan suara pada pemilu presiden (pilpres) putaran kedua. Karena itu, 2 pasang calon yang berlaga perlu mempersiapkan strategi baru untuk meraih dukungan konstituen. "Saya kira rancangan kabinet tidak akan membantu menaikkan perolehan suara," ujar pengamat politik LIPI Indria Samego ketika dihubungi detikcom, Minggu (18/7/2004). Menurut Samego, pengumuman kabinet bisa meningkatkan atau menurunkan popularitas calon. Namun, dia yakin, 2 pasang calon yang bertanding pada putaran kedua tidak ada yang berani mengumumkan kabinetnya. "Karena selama ini mereka dikenal pribadinya," katanya. Selain susunan kabinet, lanjut samego, koalisi juga tidak dapat menjamin peningkatan perolehan suara. Hal ini telah terbukti pada pemilu presiden putaran pertama dimana konstituen tidak sepenuhnya memenuhi anjuran elit parpol. "Nggak jaminan karena pemilu langsung sehingga tidak tergantung pada tokoh tapi pemilih sudah otonom karena itu dibutuhkan strategi baru untuk meraih simpati konstituen," jelasnya. Samego memperkirakan jumlah golput pada pemilu 20 September lebih besar dari pemilu 5 April dan 5 Juli. Penyebabnya, konstituen fanatik yang calonnya kalah kemungkinan besar akan memilih golput. "Pasti akan naik karena pemilih fanatik terhadap calonnya akan bersikap setengah hati terhadap calon lainnya atau mereka tidak akan memilih sekalian," demikian Samego.
(rif/)











































