Menurutnya, perbaikan sektor angkutan umum harus dikedepankan dalam rangka mewujudkan kondisi transportasi DKI Jakarta yang lebih baik. Pemerintah perlu lebih giat membenahi sektor ini.
"Angkutan umum Jakarta belum memadai, belum ada hal yang berubah, pemerintah harus lebih serius lagi," kata Alvin Syah saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (26/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada pembatasan penambahan kendaraan pribadi, begitu juga dengan pembatasan perparkiran. Bisa dengan penghilangan parkir di badan jalan ataupun tarif parkir yang tinggi," lanjut Alvin.
Selain itu, pekerjaan rumah Gubernur DKI ke depan adalah persoalan tata ruang Jakarta yang perlu kembali diatur. "Tata ruang Jakarta harus dikonsentrasikan ke arah angkutan massal, ruang publik harus dekat dengan halte ataupun stasiun kereta dalam kota, sehingga masyarakat mudah mengakses," tuturnya.
Lebih jauh, Alvin berpendapat bahwa siapapun Gubernur DKI nantinya akan kesulitan mengatasi masalah transportasi ibukota jika tidak ada dukungan dari pemerintah pusat. Karena menurutnya, sistem transportasi tidak bisa dilepaskan dari peran daerah-daerah satelit Jakarta.
"Siapapun Gubernurnya, butuh support dari pemerintah pusat. Bukan cuma doa tapi tindakan. Saat bicara mengenai transportasi Jakarta, kita juga bicara mengenai Jabotabek, dan yang bisa mengkoordinasikan itu hanya pemerintah pusat," tutup Alvin.
(her/her)
