Kerbau Bule Ngadat, Kirab Pusaka Kraton Surakarta Molor

Kerbau Bule Ngadat, Kirab Pusaka Kraton Surakarta Molor

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2011 02:26 WIB
Kerbau Bule Ngadat, Kirab Pusaka Kraton Surakarta Molor
Surakarta - Kirab pusaka Malam Satu Suro di Kraton Surakarta tertunda hampir 30 menit. Gara-garanya, kerbau bule yang harus menjadi ujung tombak kirab pusaka, ngadat berkali-kali. Kerbau keramat milik kraton itu hanya berputar-putar saja di halaman kraton.

Seharusnya kirab dimulai tepat tengah malam pukul 24.00 WIB Minggu, (27/11/2011) dinihari. Sejumlah pusaka yang akan diarak sudah dikeluarkan dan sudah dibawa oleh sejumlah kerabat kraton. Ribuan warga sudah berjejal di halaman kraton, di Alun-alun, dan juga di sepanjang jalan yang akan dilalui rombongan kirab pusaka.

Namun ternyata tujuh ekor kerbau bule kraton telah terlebih dulu meninggalkan halaman kraton di depan Kori Kamandungan, yang merupakan teras depan bangunan inti kraton. Ketika Paku Buwono XII Hangabehi dan rombongan pembawa pusaka tiba di Kori Kamandungan, kerbau-kerbau itu telah tidak ada. Padahal seharusnya kerbau berjalan beriringan dengan pembawa pusaka.

Ketujuh kerbau itu lalu kembali digiring ke halaman kraton. Namun bukannya mapan, kerbau itu justru berputar-putar di halaman. Meskipun srati atau pawangnya terlah berkali-kali mengarahkan agar kerbau bule berjalan melewati Kori Brajanala, gapura kraton, namun setibanya di tengah gapura kerbau-kerbau itu berbalik lagi.

Hal demikian terjadi sebanyak lebih dari tiga kali. Banyak cara dilakukan untuk membujuk sang kerbau keramat. Kerumunan penonton dipaksa minggir jauh untuk memberi keleluasaan kerbau untuk berjalan, pengguna kamera dilarang menggunakan lampu agar kerbau tidak kaget, penonton berbaju menyolok juga diminta menjauh.

Namun tetap saja tidak membuat sang kerbau mau berjalan sesuai yang diharapkan. Akhirnya srati mengambil inisiatif, sambil berjalan dia melemparkan buah rambutan. Cara itu ternyata jitu, sang kerbau berjalan mengikutinya sembari makan rambutan di sepanjang jalan. Kirab pun berlangsung, meskipun terlambat sekitar 30 menit dari jadwal semula.

Kirab di Istana Mangkunegaran

Selain di Kraton Surakarta, kirab pusaka juga digelar di Istana Mangkunegaran, Solo. Namun kirab pusaka di Mangkunegaran dimulai lebih awal. Sekitar pukul 19.00 WIB kirab mengitari tembok luar istana sudah dilakukan. Kirab pusaka dilepas langsung oleh pemimpin Istana Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegoro IX.

(mbr/her)


Berita Terkait