Tahun Baru Islam, Pelajar di Saudi Tetap Sekolah

Laporan dari Arab Saudi

Tahun Baru Islam, Pelajar di Saudi Tetap Sekolah

- detikNews
Sabtu, 26 Nov 2011 21:45 WIB
Madinah - Sabtu (26/11/2011) ini merupakan tahun baru Islam 1 Muharram 1433 H. Di Indonesia, tanggal di kalender hari ini berwarna merah, alias hari libur. Tapi di Arab Saudi, tempat tahun Hijriyah dirilis, tak mengenal istilah hari libur.

Menurut pantauan detikcom pada pukul 07.00 WAS di Madinah, para pelajar tetap bersekolah. Kebetulan di dekat kantor misi haji Indonesia di Madinah berdekatakan dengan sekolah khusus perempuan. Sejak pagi, para siswa berdatangan seperti biasa setelah libur mingguan yang jatuh pada Kamis dan Jumat.

Siswa sekolah yang telah remaja melapisi baju seragam mereka dengan pakaian tradisional setempat, abaya, yaitu baju serba hitam yang menutupi seluruh tubuh, lengkap dengan niqab (cadar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedang siswa TK, berpakaian seragam rok tanpa abaya. Pada pukul 13.00 WAS (17.00 WIB), para siswa berdiri di trotoar di depan sekolah mereka untuk menunggu jemputan orangtua.

"Di sini tahun baru ya biasa-biasa saja, tidak libur," kata Bas, seorang mukimin (warga RI yang menetap di Saudi).

Pada Jumat (25/11) petang hingga malam, suasana di Madinah juga tidak terlihat ada tanda-tanda "menyambut tahun baru." Jamaah haji terkonsentrasi di Masjid Nabawi. Perempuan warga Madinah juga banyak yang membawa anak-anak mereka ke masjid, karena Jumat merupakan hari libur, waktu anak-anak bersantai.

Hal itu berbeda dengan di Indonesia, di mana pada malam tahun baru Islam, biasanya digelar malam muhassabah atau mabit di masjid.Bahkan ada tradisi menyambut 1 Suro yang meriah.

Sementara itu di kantor misi haji di Makkah, pergantian tahun diisi dengan kegiatan doa bersama pada Jumat (25/11). Sebagaimana dilaporkan media center haji (MCH), kegiatan tersebut diikuti puluhan petugas dan dihadiri oleh Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi, Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, Sekretaris Daerah Kerja Makkah M. Khanif, Kabid PAM Bambang S dan sejumlah kepala seksi.

Selain doa akhir tahun yang dipanjatkan setelah pembacaan surat Yasin secara bersama-sama selepas ashar, dan doa awal tahun sesuadah salat magrib, juga ada siraman rohani oleh HM Endang Jumali. Endang di antaranya menjelaskan tentang pentingnya waktu untuk tidak disia-siakan.

Dalam kesempatan itu Arsyad mengatakan, akhir tahun merupakan momen yang tepat untuk introspeksi diri. "Mari kita buka lembaran lama kita, tentunya banyak cerita, banyak amalan-amalan kita. Ada yang baik dan ada yang jelek. Meminta maaf kepada mereka yang pernah kita zalimi dan memaafkan mereka yang berbuat salah," ujar Arsyad dalam sambutannya.

Arsyad juga mengingatkan pentingnya momentum pergantian tahun hijriyah bagi umat Islam. "Umat Islam punya tahun hijriyah. Umat Islam jangan sampai lupa dan tidak ingat. Momentum tahun hijriyah dimulai saat Nabi Muhammad meninggalkan Makkah, bersembunyi di gua Tsur sebelum akhirnya menuju Madinah. Beliau hijrah dari Makkah menuju Madinah. Sekarang sudah masuk tahun 1433 Hijriyah," jelasnya.

Di antara makna dari tahun baru hijriyah, lanjutnya, adalah umat Islam mempunyai semangat baru. "Yang tadinya belum salat jamaah, ke depan lebih banyak salat jamaah, yang tadinya belum rajin sedekah, ke depan tambah rajin sedekah. Apalagi kita telah melaksanakan ibadah haji. Idealnya bertambah baik sepulang nanti di tanah air," terangnya.

(nrl/her)


Berita Terkait