"Sebelum kejadian, memang jalan di sini ramai (jembatan Kukar) dan memang ada kegiatan perbaikan jembatan. Tetapi tiba-tiba ambruk, masih dicari penyebabnya," kata Awang.
Hal ini disampaikan Awang saat meninjau lokasi, Sabtu (26/11/2011) pukul 18.16 Wita. Awang mengenakan baju dinas warna coklat. Ia baru datang menghadiri acara di Kabupaten Malinau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PU Pemukian Sarana dan Prasarana Wilayah, Husinsyah, mengatakan kondisi jembatan masih cukup baik sejak digunakan tahun 2002.
"Jadi penyebab ambruknya badan jalan jembatan masih diselidiki serius meskipun kewenangan penuh berada di PU Kutai Kartanegara," kata Husinsyah.
Pengamatan detikcom, 100 personel dari Polrestra Samarinda diterjunkan untuk mengamankan lokasi kejadian. Jembatan maut itu telah dihiasi garis polisi.
Lokasi di jembatan yang minim cahaya menyulitkan petugas melakukan evakuasi. Tim SAR masih berkoordinasi di tengah-tengah sungai Mahakam.
2 Perahu karet milik tim SAR dan 3 hingga 4 perahu tradisional bermotor milik warga dikerahkan mencari korban-korban yang diduga masih tenggelam. 1 Unit mobil TNI dan 1 unit mobil Depkes telah siaga di lokasi.
(aan/ndr)
