"Secara kasat mata, korban mencapai 100 orang. Sebagian patah tangan, kaki, luka robek dan lecet tertimpa bangunan puing-puing jembatan. Ada juga yang pingsan dan belum sadarkan diri," kata staf Humas RSUD AM Parekesit, Jhoni Setiawan, kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).
Menurut Jhoni, ruang IGD full dengan pasien. "Pasien banyak berdatangan. Mayoritas keluarga sebab ini weekend dan biasanya warga Tenggarong pergi berlibur ke Samarinda," ujar Jhoni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban yang meninggal dunia maupun yang tenggelam belum ada," kata Jhoni.
(aan/ndr)










































