Ketua Panwaslu: Golput Pilihan Kontra Produktif Bagi Pemilu

Ketua Panwaslu: Golput Pilihan Kontra Produktif Bagi Pemilu

- detikNews
Sabtu, 17 Jul 2004 21:21 WIB
Yogyakarta - Ketua Panwaslu Komarudin Hidayat mengatakan apapun alasannya secara moral politik, golput adalah pilihan yang kontra produktif bagi pemilu. Mereka yang memilih golput tidak berhak mengkomplain kebijakan pemerintah mendatang. "Mereka sama saja dengan tidak menanam saham pada pemerintahan mendatang. Secara moral, mereka juga tidak berhak untuk mengkomplain kebijakan pemeritah dan parleman yang terpilih nanti," ujar Komarudin disela-sela workshop evaluasi kinerja Panwaslu di Hotel Santika, Yogyakarta, Sabtu (17/7/2004). Namun, lanjut Komarudin, golput dapat menjadi pembelajaran politik yang bagus apabila diniatkan sebagai warning kepada para kontestan bahwa mereka tidak sepenuhnya memenuhi harapan. "Misalnya mengatakan you tidak sepenuhnya oke dan saya tidak mendukung kamu," kata Komarudin. Sementara, pengamat politik Riswanda Imawan memperkirakan jumlah pemilih yang memilih golput pada pemilu putaran kedua akan meningkat. Hal itu akan terjadi apabila parpol yang calonnya kalah pada putaran pertama tidak segera memberikan arahan kepada massanya kemana harus memberikan dukungan. "Apabila jumlahnya bertambah, tentunya sangat mempengaruhi image pesta demokrasi ini," ungkapnya. Riswanda menambahkan di sejumlah negara demokrasi, golput merupakan fenomena yang wajar. Dia mencontohkan tingkat partisipasi warga AS dalam pemilu tidak lebih dari 50 persen. Artinya, presiden terpilih hanya didukung suara mayoritas dari jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya. (rif/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini