Pihak Dirugikan karena Book Fair Ditutup: Penjual Buku dan Pengunjung!

Pihak Dirugikan karena Book Fair Ditutup: Penjual Buku dan Pengunjung!

- detikNews
Sabtu, 26 Nov 2011 14:01 WIB
Pihak Dirugikan karena Book Fair Ditutup: Penjual Buku dan Pengunjung!
Jakarta - Rugi. Kata itu yang hampir pasti dikatakan para penjual buku di book fair di Istora Senayan. Pameran yang selalu dipenuhi pengunjung di saat akhir pekan itu terpaksa tutup karena resepsi pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya Rajasa.

Anggota Komisi III DPR Bambang Susatyo mengaku kaget dengan 'perintah' itu. Menurutnya, acara pribadi sebaiknya tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat yang lain.

"Wah saya kaget ya ngedengernya itu kan soal privat yang ideal adalah upacara perkawinan siapapun seharusnya tidak ganggu kehidupan sosial masyarakat lain," kata politisi Partai Golkar itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang ditemui di sela-sela Seminar Nasional Koreksi Kinerja Pemberantasan Korupsi di Era Pemerintahan SBY di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11/2011).

Menurut Bambang, dengan ditutupnya pameran buku tersebut, otomatis para penjual buku yang telah menyewa tempat menjadi rugi. Mereka tidak bisa menjual satu pun buku dalam sehari ini.

Padahal, biasanya, pada akhir pekan seperti sekarang ini, pameran buku selalu ramai. Selain penjual, penutupan pameran buku ini juga merugikan warga yang ingin datang ke pameran. Mereka jadi tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke pameran tersebut.

"Itu banyak pengusaha sudah pasti omset menurun, terus untuk kegiatan sosial masyarakat jadi tidak ada. Kan masyarakat mau datang untuk beli dan baca buku," kata Bambang.

Bambang mengatakan, seharusnya kejadian semacam ini tidak perlu terjadi bila semuanya diperhitungkan sejak jauh-jauh hari. Sehingga, baik hajatan presiden maupun kepentingan warga sama-sama tidak terganggu.

"Harusnya sudah diperhitungkan keamanan dan pengamanannya dari dulu, seharusnya tidak mengganggu rakyat," kata politisi yang kerap menjadi kontroversi karena pernyataan-pernyataannya di media ini. Pameran buku itu berlangsung dari 24 November hingga 4 Desember.
(ken/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini