Anggota Komisi III DPR Bambang Susatyo mengaku kaget dengan 'perintah' itu. Menurutnya, acara pribadi sebaiknya tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat yang lain.
"Wah saya kaget ya ngedengernya itu kan soal privat yang ideal adalah upacara perkawinan siapapun seharusnya tidak ganggu kehidupan sosial masyarakat lain," kata politisi Partai Golkar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, dengan ditutupnya pameran buku tersebut, otomatis para penjual buku yang telah menyewa tempat menjadi rugi. Mereka tidak bisa menjual satu pun buku dalam sehari ini.
Padahal, biasanya, pada akhir pekan seperti sekarang ini, pameran buku selalu ramai. Selain penjual, penutupan pameran buku ini juga merugikan warga yang ingin datang ke pameran. Mereka jadi tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke pameran tersebut.
"Itu banyak pengusaha sudah pasti omset menurun, terus untuk kegiatan sosial masyarakat jadi tidak ada. Kan masyarakat mau datang untuk beli dan baca buku," kata Bambang.
Bambang mengatakan, seharusnya kejadian semacam ini tidak perlu terjadi bila semuanya diperhitungkan sejak jauh-jauh hari. Sehingga, baik hajatan presiden maupun kepentingan warga sama-sama tidak terganggu.
"Harusnya sudah diperhitungkan keamanan dan pengamanannya dari dulu, seharusnya tidak mengganggu rakyat," kata politisi yang kerap menjadi kontroversi karena pernyataan-pernyataannya di media ini. Pameran buku itu berlangsung dari 24 November hingga 4 Desember.
(ken/lh)










































