"Pak Bambang, Pak Yunus, Pak Abraham Samad, Pak Aryanto dan Pak Zulkarnaen, mereka berlima itu yang akan kita lihat performanya," tutur Ketua DPP PDIP bidang Hukum yang juga anggota Komisi III DPR dari PDIP Trimedya Panjaitan.
Hal ini disampaikan Trimedya kepada wartawan di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (26/11/2011). Menurutnya PDIP tak kapok memilih jaksa dan polisi, pertimbangannya agar capim KPK paham masalah teknis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kandidat atas nama Aryanto, PDIP punya pandangan khusus. Menurutnya Aryanto adalah sosok cukup menjanjikan.
"Aryanto Sutadi sejauh mana informasi-informasi apakah bisa dalam posisi itu kita percayakan untuk memimpin KPK. Kalau Pak Zulkarnaen kan tidak terlalu sorotan kepada beliau, karena relatif datar saja karirnya. Kalau Pak Aryanto cukup populer, pernah jadi Kapolda, di Mabes juga, mulai dari direktur, kadiv hukum juga pernah jadi cukup mencuat itu yang kita lihat,"tutur Trimedya.
"Khusus untuk beliau bagi kami PDIP akan mengelaborasi hasil temuan pansel dan mulai dari yang datang langsung dan SMS yang masuk," lanjutnya.
Sebelumnnya dia menegaskan PDIP tak terpaku dengan ranking capin yang menjadi rekomendasi Pansel. Harapannya dengan pimpinan KPK pilihan mereka maka kerja KPK kian baik.
"Kita tidak bisa berpegang 100 persen dengan apa yang diberikan oleh pansel itu, yang kedua tentunya kita juga akan memilih capim KPK yang bisa membawa KPK dalam penegakan hukum yang lebih baik lagi. Kita harapkan KPK menangani kasus-kasus besar dan melakukan supervisi kepada kejaksaan, jadi KPK harus memiliki grand desain , road map dan fokus yang jelas. Siapapun capim KPK yang terpilih, karena nama-nama besar tidak menjamin kinerja,"tandasnya.
(van/lh)











































