Warga Timtim Pro Integrasi Tolak Eksekusi Abilio
Sabtu, 17 Jul 2004 16:53 WIB
Yogyakarta - Warga Timor Timur pro integrasi bersama pemuda Timtim se-Jawa-Bali menyatakan menolak eksekusi terhadap mantan Gubernur Timor Timur Abilio Jose Osorio Soares.Sebab tuduhan terhadap Abilio, yakni telah melakukan pelanggaran HAM berat berdasarkan keputusan pengadilan HAM Ad Hoc terkesan dipaksakan dan ada upaya rekayasa.Pernyataan tersebut disampaikan puluhan warga Timor Timur yang menyatakan setia kepada NKRI saat memperingati 28 tahun integrasi Timor Timur ke Indonesia di Asrama Timor Timur di Jl Kaliurang km 6,5 Yogyakarta, Sabtu (17/7/2004).Pernyataan penolakan itu antara lain ditandatangani oleh Ketua Generasi Muda Timor Timur Indonesia Olgito Marcs Ximenes, Ketua Uni Timor Aswain wilayah Jawa Tengah Batista Suta Kefi dan Bernardino Mariano Sousa, ketua Uni Timor AswainWilayah Yogyakarta."Kami menolak eksekusi yang akan dilakukan Kejaksaan Agung terhadap Bapak Abilio Jose Osorio Soares sebagai upaya menerapkan keputusan bersalah pengadilan HAM ad hoc Timor Timur," kata Olgito.Alasannya kata Olgito, keputusan itu terkesan dipaksakan tanpa dapat membuktikan secara hukum hubungan atasan dengan bawahan dengan para pelaku kerusuhan, sebagai cermin terpenuhinya unsur-unsur kesalahan.Mereka juga mendesak pemerintah RI untuk menahan diri dengan tidak mengeksekusi Abilio hingga permohonan Peninjauan Kembali (PK) dinyatakan diterima atau ditolak oleh MA yang saat ini dalam proses."Kami juga yakin keluarnya keputusan itu ada upaya rekayasa untuk menghukum Abilio secara paksa karena ada intervensi pihak asing," tegas Olguito."Kami juga meminta pemerintah untuk melaksanakan Tap MPR No V/MPR/1999 tentang pengakuan jajak pendapat Timor Timur, sebelum melakukan eksekusi terhadap Abilio dan meminta kejaksaan agung agar tidak bertentangan dengan apa yang ditetapkan dalam Tap MPR No V/MPR/1999," sambung Bernardino.
(nrl/)











































