"Memang ada di Amsterdam sebuah toko kosmetik, dia memang bersimpatik kepada (OPM), karena di Belanda ada juga bersimpati terhadap Republik Maluku Selatan (RMS)," ujar Djoko ketika rapat dengan tim monitoring Papua DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
Menurut Djoko toko kosmetik itu hanya bersimpatik terhadap OPM. "Bukan berarti ada gerakan di sana, dan itu yang sedang kita selidiki selama ini," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita ini disampaikan staf khusus Gubernur Sulawesi Utara bidang Investasi, Jackson Kumaat yang kebetulan tengah berada di Negeri Kincir Angin tersebut. Jackson menceritakan, atribut-atribut yang ia lihat ini berada di sebuah bangunan ruko beralamat di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda.
"Bagi sebagian besar warga Belanda yang tinggal di Belanda, kebebasan berekspresi dan pluralisme merupakan sikap yang dijunjung. Tapi bagi saya, pemasangan bendera OPM di sebuah bangunan ruko di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda ini, merupakan ‘sinyal bahaya’ dalam menjaga keutuhan NKRI," jelas Jackson dalam surat elektroniknya ke detikcom, Senin (21/11) kemarin.
Di toko itu, Jackson melihat berbagai atribut Papua Merdeka. Mulai dari bendera, spanduk, poster, cindera mata dan foto-foto yang mengisahkan perjalanan menuju kemerdekaan Papua.
Toko tersebut, jelas Jackson, mirip sebuah kantor LSM. Bukan hanya menampilkan atribut-atribut OPM, ruko ini juga menerima donasi atau sumbangan bagi kegiatan lobi OPM di luar negeri, khususnya di Belanda.
(her/nwk)











































