ITB Pelopori Pengembangan Active Geosphere di Asia-Oceania

ITB Pelopori Pengembangan Active Geosphere di Asia-Oceania

- detikNews
Sabtu, 17 Jul 2004 15:28 WIB
Bandung - Program riset dan pengembangan ilmu-ilmu kebumian di masa mendatang diharapkan akan lebih terintegrasi. Para peneliti ilmu kebumian kini telah menyepakati terminologi baru kombinasi Earth Science ini dengan istilah Active Geosphere. Di dalamnya tercakup ilmu aeronomi, sain atmosfer, geofisika, geologi, geodesi, seismologi dan sains kelautan.Langkah awal pengembangan Active Geosphere di Indonesia ini diawali dengan satu seminar internasional, kerja sama antara ITB dan Kyoto University di Gedung Basic Science Jl.Ganesha 10 Bandung, Sabtu (17/7/2004).Menurut Dr Nanang T Puspito, ahli seismologi dan tektonik ITB yang menjadi Ketua Pelaksana kegiatan itu, pada tahap awal pengembangan dan kerja sama Active Geosphere itu masih akan diawali dengan pertukaran penelitian dan ilmuwan dari Indonesia dan Jepang."Ke depannya, kami berharap bisa didirikan satu pusat studi bersama untuk pengembangan Active Geosphere ini," tuturnya.Active Geosphere disadari sebagai satu hal baru yang mengombinasikan banyak bidang ilmu kebumian yang terkait. Kegiatan yang dilakukan di ITB itu sendiri menurut Nanang nantinya bertujuan untuk membentuk kelompok atau jaringan penelitian dan pendidikan Active Geosphere berstandar dunia. "Kami juga ingin memperkenalkan Active Geosphere sebagai inter disiplin baru di dalam ilmu kebumian," katanya.Satu hal yang juga strategis dari berkumpulnya para ilmuwan kebumian di Bandung itu adalah untuk membangun jaringan di antara mereka yang bergerak di bidang Active Geosphere di wilayah Asia-Oceania.Menurut Nanang, dalam pertemuan di ITB itu datang utusan dari 13 negara di wilayah Asia-Oceania yaitu Cina, Taiwan, Korea, Laos, Thailand, Malaysia, Philipina, Australia, Selandia Baru, Jepang dan Indonesia sebagai tuan rumah. (nrl/)


Berita Terkait