"Kalau masalah Nunun itu, KPK sudah mempunyai langkah-langkah tersendiri. Kami akan dukung penuh langkah-langkah yang akan dilakukan KPK," kata Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana.
Hal ini disampaikan Denny saat berkunjung di LP Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (25/11/2011). Ini terkait dengan beredarnya foto Nunun yang diduga sedang berjalan-jalan di Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa disampaikan anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa.
Ia berpendapat perlu adanya sinergi antara institusi terkait dengan Interpol. "Sinergi itu penting karena tanpa sinergi tidak akan berjalan baik," kata pria yang akrab disapa Ota ini.
Nunun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) sejak Februari 2011. Nunun juga berstatus buronan Interpol. KPK hingga kini belum memperoleh informasi keberadaan Nunun.
Namun foto Nunun beredar setelah dimuat di tempo.co. Di dalam foto tersebut, Nunun tampak didampingi salah seorang rekannya di sebuah pusat perbelanjaan di Singapura. Nunun tampak sehat dan seperti tengah berbelanja di sebuah lokasi berlatar tulisan 'Celine'.
Tempo menulis, foto itu didapatkan dari sebuah lembaga negara. Foto diambil di Singapura beberapa bulan lalu.
Sementara suami Nunun, Adang Daradjatun, membantah istrinya dalam kondisi sehat. Dia menegaskan istrinya sakit dan tidak mungkin jalan-jalan.
(aan/fay)











































