Diharapkan anggota DPR tukang titip absen mulai merubah kebiasaan. Karena dengan sistem baru ini maka anggota DPR pembolos mudah dideteksi.
"Dengan finger print minimal anggota DPR yang nggak masuk tidak bisa lagi titip absen," tutur Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Saan Mustopa.
Hal ini disampailkan Saan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
Diharapkan dengan sistem absen ini anggota DPR kian rajin masuk kantor. Dan tentu saja menghadiri setiap jadwal sidang.
"Manfaatnya bisa mendorong DPR akan lebih aktif untuk mengikuti sidang-sidang, serta tidak akan ada lagi manipulasi absen,"tutur Saan.
Setjen DPR RI memulai proses pengadaan finger print DPR. Keputusan membeli peralatan finger print DPR memang disetujui rapat pimpinan DPR beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk mengawasi absensi anggota DPR.
Namun anggaran tersebut menurut Ketua DPR Marzuki Alie terlalu besar. Seharusnya anggarannya tak sebesar itu.
"Menurut saya itu seharusnya tak lebih dari Rp 200 juta. Akhirnya saya punya kenalan, dan minta untuk datang ke Sekjen DPR supaya jangan sempat terbeli terlalu mahal. Masa Rp 4 M lebih, kan gila," keluh Marzuki.
(van/lrn)











































