"Dan terluka di bagian badan dan muka," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
Menurut Saud, karena provokasi tersebut, akhirnya unjuk rasa menjadi rusuh. Berikut kronologi kerusuhan di Batam:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pukul 06.00 WIB
Pendemo mengawali unjuk rasa dari alun-alun Kota Batam. Mereka berjalan menuju kantor Walikota Batam. Sesampainya di sana, mereka bernegosiasi dengan pihak Pemkot.
Siang Hari
Dalam negosiasi tersebut, apa yang hendak diperjuangkan para buruh ini belum mendapatkan respons. Sehingga ada dari mereka yang hendak memancing suasana sehingga menjadi memanas. Beberapa buruh pun terpancing, hingga mulai melempari petugas Satpol PP. Keadaan pun semakin memanas.
Pukul 16.00 WIB
Anggota Polda Kepri lalu membubarkan massa dengan tembakan peringatan ke udara. Massa pun bubar. Tetapi, saat mereka pulang, mereka melakukan tindakan-tindakan anarkis. Beberapa antara lain pembakaran terhadap pos polisi dan pelemparan terhadap mobil-mobil yang lewat.
Sore Hari
Dari kejadian itu diketahui timbul korban luka yakni 2 orang Satpol PP, 3 orang Brimob, 1 warga sipil, dan 6 pendemo. Lalu ada beberapa mobil rusak terdiri dari 11 mobil umum, 1 mobil Satpol PP, dan 3 mobil lalu lintas. Bahkan 3 pos polisi ikut rusak dan 3 pendemo terkena peluru karet.
(gus/fay)











































