"Pimpinan BURT sudah diundang pimpinan DPR. Ya sudah presentasi harga dan sebagainya, pelaksananya Setjen," tutur Pius kepada detikcom, Jumat (25/11/2011).
Menurut politikus Gerindra ini, angka pasti besaran anggaran finger print memang belum ada. Namun kisaran harganya memang pada angka Rp 4 miliar. "Yah rata-rata sih segitu,"tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setjen DPR RI memulai proses pengadaan finger print DPR. Keputusan membeli peralatan finger print DPR memang disetujui rapat pimpinan DPR beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk mengawasi absensi anggota DPR.
Namun anggaran tersebut menurut Ketua DPR Marzuki Alie terlalu besar. Seharusnya anggarannya tak sebesar itu.
"Menurut saya itu seharusnya tak lebih dari Rp 200 juta. Akhirnya saya punya kenalan, dan minta untuk datang ke Sekjen DPR supaya jangan sempat terbeli terlalu mahal. Masa Rp 4 M lebih, kan gila," keluh Marzuki sebelumnya.
(van/lrn)











































