"Kita harus memberi penhargaan pada penulis atau aktivis perbukuan. Peran negara harus lebih," ujar Boediono saat membuka Indonesian Book Fair 2011 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
Boediono menyambut baik jika pemerintah ingin dilibatkan dalam dunia perbukuan. Namun terlebih dahulu, harus ada kordinasi dan dialog terlebih dahulu antara aktivis perbukuan atau Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan kementerian lainnya yang terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Boediono, kementerian lainnya perlu dilibatkan karena dukungan pemerintah diperlukan bukan hanya pada pemberian penghargaan, tapi juga pada pemberian kemudahan pada usaha-usaha perbukuan.
"Yang jelas ini bukan janji kosong, tapi juga tidak mau terlalu menjanjikan. Kita harus realistis," ucapnya.
Sebelum Boediono memberi sambutan, Ketua Ikapi Lucya Andam Dewi yang lebih dulu berpidato meminta uluran tangan pemerintah di bidang perbukuan. Bantuan ini bukan hanya di buku pendidikan saja, tapi juga keterlibatan negara dalam menyelenggarakan pameran dan pemberian penhargaan kepada penulis.
"Kami mendambakan keterlibatan negara dalam penyelenggaraan pameran, dalam pemberian penghargaan kepada penulis, dalam pendistribusian hingga ke pelosok. Dalam kampanye peningkatan minat baca, pemberantasan pembajakan. Demi peningkatan kualitas dan kuantitas buku Indonesia," harap Lucya.
(gun/nwk)











































