Cegah Kasus Penari Bugil Terulang, MA Sarankan Hakim Bawa Istri

Cegah Kasus Penari Bugil Terulang, MA Sarankan Hakim Bawa Istri

- detikNews
Jumat, 25 Nov 2011 13:25 WIB
Cegah Kasus Penari Bugil Terulang, MA Sarankan Hakim Bawa Istri
Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta, Dwi Djanuwanto, dipecat karena minta disediakan penari telanjang dan dibelikan tiket pesawat ke pihak berperkara. Guna mencegah kasus serupa terulang, Mahkamah Agung (MA) menyarankan para hakim membawa serta istrinya ke tempat dia bertugas.

"Sebenarnya kebutuhan setiap laki-laki kalau kaya gitu, harus penyaluran yang bener. Kalau bukan dengan pasangan yang sah, tidak dibenarkan apalagi etika," kata Ketua MA, Harifin Tumpa, usai Salat Jumat di masjid MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, (25/11/2011).

MA mengakui dengan jumlah 7 ribu, hakim mempunyai karakter yang berbeda-beda. Jadi wajar dari jumlah tersebut wajar jika ada hakim yang nakal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang enggak ada aturan tapi kita anjurkan bawa pasangan. Yang terjadi (Djanuwanto-red) karena enggak bawa pasangan," beber Tumpa.

Namun, jumlah hakim cabul menurut Tumpa sangat sedikit. "Ada 7 ribu hakim, namanya yang brengsek itu ada. (Tapi) Tidak ada satu persen. Sampai sekarang, jumlahnya belum setengah persen, nggak ada," terang Tumpa.

Seperti diketahui, Majelis Kehormatan Hakim memecat Djanuwanto karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tercela dan melanggar kode etik. Lewat SMS yang dilaporkan pihak berpekara, Djanuwanto terbukti meminta disediakan penari telanjang dan dibelikan tiket pesawat.

Menanggapi laporan SMS tersebut, Djanuwanto mengelak dan mengaku di-dzalimi. "Saya tidak SMS tersebut. Terkait tiket itu juga tidak benar. Saya bisa beli sendiri, mampu saya beli sendiri," bela Djanu.



(asp/lrn)



Berita Terkait