PM Allawi Dituding Tembak Gerilyawan Irak dengan Keji
Sabtu, 17 Jul 2004 12:20 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) interim Irak Iyad Allawi diterpa tuduhan pembunuhan keji. Ia dituding telah membunuh setidaknya enam milisi Irak dengan pistol di sebuah kantor polisi di Baghdad. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Washington menyerahkan kedaulatan ke pemerintah sementara Irak, 28 Juni lalu.Demikian pengakuan dua orang yang mengaku melihat langsung pembunuhan itu. Saksi mata mengatakan bahwa enam tahanan itu -- diborgol dan ditutup matanya -- disuruh berbaris menghadap tembok di pusat keamanan Al-Amariyah, di pinggiran Baghdad.Dr Allawi mengatakan pada mereka yang hadir di sana bahwa keenam gerilyawan Irak itu masing-masing telah membunuh sebanyak-banyaknya 50 warga Irak dan mereka pantas mendapatkan yang lebih buruk dari kematian.Kemudian dengan pistol di tangannya, Allawi menembak enam tahanan itu satu persatu di kepala mereka. Sementara lusinan polisi Irak dan empat warga AS dari tim keamanan pribadi sang PM, hanya diam menyaksikan pembunuhan itu.Demikian penuturan dua saksi mata seperti dimuat surat kabar Australia, Sydney Morning Herald, Sabtu (17/7/2004).Menurut salah seorang saksi, sebelum menembaki para pemuda itu, Allawi berkata pada orang-orang di sekitarnya bahwa ia ingin memberikan pesan jelas bagi polisi mengenai bagaimana menghadapi kelompok-kelompok perlawanan."Para tahanan menghadap tembok dan mereka berdiri di halaman ketika Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa ia ingin membunuh mereka semua langsung di tempat. Allawi berkata bahwa mereka pantas yang lebih buruk dari kematian, namun kemudian ia menarik pistol dari pinggangnya dan mulai menembaki mereka," ujar saksi mata tersebut.Tak satupun saksi mata yang bisa memberikan tanggal spesifik pembunuhan itu. Namun mereka memperkirakan sekitar minggu ketiga pada bulan Juni -- sekitar sepekan sebelum penyerahan kedaulatan dari Washington ke pemerintah interim Irak.
(ita/)











































