Polisi Imbau Warga Tak Panik Terima Kabar 'Anak Anda Sakit'

Polisi Imbau Warga Tak Panik Terima Kabar 'Anak Anda Sakit'

- detikNews
Jumat, 25 Nov 2011 12:03 WIB
Jakarta - Penipuan dengan modus 'anak anda sakit' dan mengaku-aku polisi kembali marak. Agar terhindar dari penipuan, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mengecek kebenaran informasi lebih dulu.

"Kalau ada informasi tersebut sebaiknya jangan langsung panik, harus tenang menerimanya. Cek dan ricek kembali informasi tersebut apakah itu benar atau tidak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Baharudin mengimbau agar masyarakat tidak langsung percaya begitu saja bila ada penelepon yang mengatakan 'anak anda sakit'. Untuk memastikannya, masyarakat diimbau umengkonfirmasi informasi tersebut ke pihak rumah sakit yang disebut informan.

"Tanyakan di rumah sakit mana, bagian apa. Kalau ada katakan dokter, dokternya ahli apa," kata dia.

Begitu pula bila masyarakat mendengar berita mengenai keluarga yang ditangkap polisi. Masyarakat diminta mengecek identitas yang disebutkan orang yang mengaku polisi itu ke kantor kepolisian.

"Tanyakan ke orang itu, dia pangkatnya apa, namanya siapa, di satuan apa, tugasnya di mana dan kalau perlu pimpinannya dia siapa. Kemudian cek kebenarannya ke kantor kepolisian apakah ada anggota bernama tersebut," paprnya.

Masyarakat dapat mengecek kebenaran identitas 'polisi' itu dengan menghubungi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya di nomor 021-5234017.

Kemudian, bila anak anda itu masih bersekolah atau kuliah, masyarakat diimbau untuk mengecek ke sekolahnya. Selain itu, yang terpenting, hubungi keluarga lebih dulu bila mendapatkan telepon serupa. "Tanyakan ke keluarga," katanya.

Sementara itu, badan publik seperti kepolisian, rumah sakit dan sekolah juga diimbau untuk mempublikasikan nomor pengaduan atau bagian informasi guna menghindari modus penipuan seperti itu.

"Makanya sebenarnya, badan publik seperti polisi, rumah sakit, sekolah harus setiap saat dia mempublikasikan nomor-nomornya ke masyarakat luas," tutupnya.

(mei/lrn)


Berita Terkait