Suasana antrean yang berdesakan dan cuaca nan panas di pelataran mal ini menyebabkan pengantre satu per satu tumbang.
"Aduh sakit, kaki saya kram," rintih seorang pengantre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayoritas pengantre yang pingsan perempuan berusia di atas 30 tahun. 5 Dokter berseragam putih-putih bergegas menangani pengantre yang pingsan. Ada pengantre yang diberi tabung oksigen. Ada juga yang sedang diurut kakinya.
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Hando, memutuskan menutup sementara loket penjualan BlackBerry.
"Mundur...! Mundur...! Saya tidak akan melayani pembeli baik laki-laki dan perempuan karena loket saya tutup sementara karena situasi tidak kondusif," kata Hando melalui pengeras suara.
Pengantre di luar masih menunggu loket dibuka lagi. Sedangkan pembeli yang berada di dalam hall penjualan masih terlihat bertransaksi.
Siska, warga Grogol ini salah satu pengantre yang beruntung dapat membawa pulang BlackBerry impiannya.
"Saya antre sejak pukul 06.00 WIB dan baru bisa bawa BB ini pukul 11.00 WIB. Saya kecewa karena tadi sempat diserobot sama mereka yang tidak memiliki gelang nomor antrean. Tadi juga panas banget dan saya susah nafas," papar Siska.
(aan/fay)










































