"Kami demo tidak ada bertindak anarkis. Bentrok terjadi, saat hujan turun kita akan berteduh di Kantor Wali Kota. Di saat itu, desak-desakan, terus polisi main pukul, dan meletuskan senjata. Empat buruh terluka serius akibat tembakan peluru karet," kata Imron dari aliansi buruh di Batam kepada detikcom, Jumat (25/11/2011).
Sikap polisi yang main tembak dan melakukan penganiayaan ini, membuat buruh meminta kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Kepri Wakapolres Batam .
"Kalau bukan karena ulah polisi, kita juga tidak bertindak brutal. Polisi duluan yang melakukan tindakan tidak manusiawi menembaki buruh. Bohong besar, kalau polisi menyebut menembakan ke udara. Bisa dilihat sendiri, empat buruh masih terbaring di rumah sakit akibat kena tembakan aparat," kata Imron.
Kasus penembakan aparat ini juga sudah dilaporkan buruh Komisi III DPR RI. Dalam laporannya, mereka juga meminta agar Komisi Hukum dan HAM itu merekomendasikan pencopotan Kapolda Kepri dan Waka Polres Batam.
"Sudah banyak kerugian yang ditimbulkan karena ulah polisi yang bertindak brutal kepada buruh. Dari awal kita sudah sepakat melakukan aksi demo secara damai. Tapi memang polisi duluan yang melakukan penganiyaan terhadap dan menembaki ke arah buruh," kata Imron.
(cha/lrn)











































