"Selama ini yang terjadi adalah 68 persen sekolah di kota kelebihan guru, sedangkan 37 sekolah di desa dan 66 persen sekolah di daerah terpencil kekurangan guru," ujar Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).
Hal itu disampaikan dia dalam acara Syukuran Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di Nikko Hotel Jakarta, Kamis (24/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Partai Golkar telah memprakarsai masuknya 5 kategori tenaga honorer termasuk guru yang harus diangkat menjadi CPNS dan ditingkatkan kesejahteraannya," sambung Ical.
Berbicara pendidikan secara umum, menurut Ical, Golkar akan terus mengawal anggaran 20 persen pendidikan yang diamanatkan oleh UUD 1945. Golkar juga akan memperjuangkan pendidikan gratis 12 tahun.
"Dengan penekanan sekolah vokasional yang disesuaikan dengan kekhasan daerah-daerah tertentu," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ical memberikan penghargaan kepada 3 orang guru yang tela mengabdi di daerah terpencil. Ketiganya diberi penghargaan berupa komputer jinjing (laptop).
(irw/irw)











































