Duh! Fasilitas Dirusak Suporter, GBK Merugi

Duh! Fasilitas Dirusak Suporter, GBK Merugi

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2011 20:47 WIB
Duh! Fasilitas Dirusak Suporter, GBK Merugi
Jakarta - Ribuan suporter Timnas menjebol pintu masuk saat hendak menyaksikan final Indonesia melawan Malaysia pada ajang SEA Games XXVI, Senin (21/11) lalu. Akibat perusakan itu, pengelola Stasion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mengaku merugi banyak.

"Kerugiannya banyak lah. Saya belum tahu berapa kerugiannya, masih kita hitung," kata Kepala Unit SUGBK, Tubadi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Tubadi mengatakan, kerugian tersebut berupa kerusakan sejumlah pintu di beberapa sektor, pagar pembatas antrean dan dua loket tiket yang dibakar suporter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, pertandingan final sepakbola Indonesia melawan Malaysia pada event SEA Games XXVI, Senin (21/11) kemarin berakhir ricuh. Ribuan suporter menjebol pintu masuk stadion, beberapa saat setelah pertandingan dimulai.

Catatan detikcom, kerusakan terjadi di Pintu V, VI, VII dan VIII. Bahkan, kerusakan juga terjadi di pintu masuk tribun atas di sektor 13,14 dan 15.

Sekretaris Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Tri Gustoro menyayangkan tindakan anarkis para suporter tersebut. Menurut Tri, pihaknya sendiri telah melakukan pengamanan sedemikian rupa untuk mencegah hal itu.

Tri mengatakan, hal itu tidak perlu terjadi bila para suporter mengantre lebih tertib.

"Kita kan buka pintu jauh dari awal, tapi orang kan mau jalan-jalan dulu, ngobrol-ngobrol dulu, jadi pas denger lagu Indonesia Raya langsung menyerbu. Kalau masuknya bertahap tidak mungkin terjadi desak-desakan," kata Tri.

Tri menambahkan, animo masyarakat untuk menyaksikan pertandingan tersebut begitu besar. Mengantisipasi hal itu, pihaknya telah menyediakan 6 layar lebar untuk memfasilitasi suporter yang tidak bisa masuk ke dalam arena stadion.

"Ini multi event, di mana animo masyarakat begitu besar, padahal kita sudah tambah layar lebar. Orang datang kesini (GBK) untuk merasakan atmosfirnya karena ada suara. Tapi kondisinya, orang ramai datang, jadi tidak perlu memaksakan diri masuk ke dalam," papar Tri.

Penjebolan pintu masuk tidak hanya menimbulkan kerugian materi bagi pihak GBK, tetapi juga menimbulkan jatuhnya korban tewas. Dua suporter tewas saat berdesakan dengan suporter lain saat mencoba masuk ketika pintu dijebol.

"Kami tidak berharap situasi ini terjadi," ucap Tri.

Lebih jauh, Tri mengatakan, insiden kemarin menjadi pembelajaran bagi pihak PSSI. PSSI berjanji akan memperbaiki sistem tersebut.

(mei/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads