Sutan Bhatoegana Bantah Ikut 'Main' di Proyek Home Solar System di ESDM

Sutan Bhatoegana Bantah Ikut 'Main' di Proyek Home Solar System di ESDM

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2011 19:41 WIB
Sutan Bhatoegana Bantah Ikut Main di Proyek Home Solar System di ESDM
Jakarta - Politisi Senayan dari Fraksi Demokrat Sutan Bathoegana disebut-sebut menitipkan perusahaan dalam proyek pengadaan dan pemasangan Solar Home System (SHS) tahun anggaran 2009 di Kementerian ESDM. Namun Sutan pun membantahnya.

"Saya ini hanya ingin membongkar yang tidak benar. Kok malah saya yang dituduh, bagaimana ini?" ujar Sutan saat dihubungi detikcom, Kamis (24/11/2011).

Sutan menjelaskan asal muasal kasus proyek pengadaan dan pemasangan Solar Home System (SHS) tahun anggaran 2009 silam. Menurut Sutan, ketika dirinya di DPR, staf Irianto mengenalkan dua orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka mengaku perusahaannya didiskualifikasi secara tidak fair dalam tender itu. Mereka mengancam akan melaporkan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM ke KPK," terang Sutan.

Namun untuk menyelesaikan masalah, Sutan pun kemudian menelepon Dirjen LPE Jacob Purnomo. Jacob pun segera meminta Sutan membawa dua orang yang mengaku sebagai bos pemilik dua perusahaan yang didiskualifikasi dalam tender itu.

"Tapi itu sudah lama, saya lupa nama-namanya. Karena baru ketemu hari itu, dan langsung saya bawa ke Dirjen," terangnya.

Di hadapan Dirjen, kedua orang itupun langsung dipertemukan dengan pihak yang menangani tender. Dan ternyata dua perusahaan itu memang layak ikut tender.

"Tetapi kemudian karena sudah ada pemenang tender, Dirjen usul supaya proyek itu dibagi rata saja," terangnya.

Tapi dua minggu kemudian, salah seorang dari bos perusahaan yang didiskualifikasi itu kembali menelpon Sutan. Mereka mengaku kesepakatan yang disepakati dihadapan Dirjen LPE tidak dilaksanakan oleh anak buahnya.

"Katanya mereka ingkar janji, mereka tidak diikutsertakan dalam proyek. Mereka mengacam lagi akan melaporkan ke KPK," terang Sutan.

Sutan akhirnya kembali menelepon Dirjen LPE yang menjelaskan keberatan dua pemilik perusahaan itu. Namun Dirjen LPE mengaku tidak takut dengan ancaman akan dilaporkan ke KPK karena merasa apa yang dilakukan anak buahnya sudah benar.

"Saya telepon balik dua orang itu, silakan kalau mau lapor KPK. Dirjen LPE dan anak buahnya merasa sudah benar," jelas anggota Komisi VII yang membidangi energi ini.

"Lalu dimana saya salahnya? Saya cuma tidak ingin kasus tender ini tidak transparan, makanya saya bantu selesaikan. Kok malah saya yang dibawa-bawa," imbuhnya.

(her/ndr)


Berita Terkait