"Kita tentunya harus mewaspadai hal itu, terutama dalam hal ini pemerintah. Apalagi soal Belanda kita kan tidak bisa menjangkau atau intervensi," ujar anggota Komisi I DPR, Max Sopacua, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2011).
Menurut anggota DPR yang membidangi pertahanan, keamanan dan luar negeri ini, keberadaan toko tersebut jangan sampai menimbulkan opini publik internasional. Karena hal itu akan membuat keberadaan mereka semakin diketahui dunia internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, sejumlah atribut OPM beredar di sebuah etalase toko di Amsterdam, Belanda. Tidak hanya atribut, toko ini pun menampung donasi dari berbagai pihak untuk mendukung kegiatan OPM di luar negeri.
Cerita ini disampaikan staf khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi, Jackson Kumaat, yang kebetulan sedang berada di Belanda. Jackson menceritakan, atribut-atribut yang dia lihat ini berada di sebuah bangunan ruko beralamat di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda.
"Bagi sebagian besar warga Belanda yang tinggal di Belanda, kebebasan berekspresi dan pluralisme merupakan sikap yang dijunjung. Tapi bagi saya, pemasangan bendera OPM di sebuah bangunan ruko di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda ini, merupakan ‘sinyal bahaya’ dalam menjaga keutuhan NKRI," jelas Jackson dalam surat elektroniknya ke detikcom, Senin (21/11) kemarin.
Di toko itu, Jackson melihat berbagai atribut Papua Merdeka. Mulai dari bendera, spanduk, poster, cindera mata dan foto-foto yang mengisahkan perjalanan menuju kemerdekaan Papua.
Toko tersebut, jelas Jackson, mirip sebuah kantor LSM. Bukan hanya menampilkan atribut-atribut OPM, ruko ini juga menerima donasi atau sumbangan bagi kegiatan lobi Papua Merdeka di luar negeri, khususnya di Belanda.
(her/lh)











































