Sopir tersebut diketahui berinisial Af (16). Dia ditemukan salah seorang pengendara motor yang saat itu melintas di Jl Otista Raya, tepat di depan MT Haryono Square.
"Waktu lampunya hijau angkot tidak jalan. Pas dilihat sopirnya tidur," kata salah seorang pengendara, Ari (33), saat ditemui di Polsek Jatinegara, Kamis (24/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disamperin niatnya mau marahin dia, tapi begitu saya lihat tahu-tahu dia kayak orang yang nggak sadar," kata Ari.
Melihat kondisi Af yang tengah mabuk berat, ari langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jatinegara yang berada di seberang tempat kejadian. Menurut Ari, saat itu angkot tengah membawa seorang penumpang pria.
"Penumpang langsung turun di lampu merah waktu tahu sopirnya enggak sadar," tutur Ari.
Di hadapan polisi, laki-laki lulusan sekolah dasar itu mengaku bekerja sebagai sopir tembak. Dia mengakui bila dirinya dalam pengaruh minuman keras dan beberapa pil yang diduga narkotika.
"Saya dikasih 5 pil sama ciu (minuman keras)," kata Af masih dalam kondisi sempoyongan.
Remaja yang tidak memiliki identitas diri itu akhirnya diminta untuk membuat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Polisi pun menegur Af agar tidak nekat membawa kendaraan karena tidak memiliki SIM. Setelah dijemput oleh sopir asli mikrolet.
(ahy/irw)










































