Duh! Stok Pangan Warga Homeyo Papua Minim

Duh! Stok Pangan Warga Homeyo Papua Minim

- detikNews
Kamis, 24 Nov 2011 18:15 WIB
Jakarta - Warga di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua, terancam kelaparan. Sebab stok pangan warga di daerah tersebut dalam kondisi terbatas. Duh!

"Tidak benar terjadi bencana kelaparan di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kejadian ini belum dikategorikan sebagai bencana kelaparan karena penduduk masih memiliki persediaan makanan, walaupun terbatas," kata Menko Kesra Agung Laksono, di Kantor Kemenko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2011).

Hal tersebut, lanjut Agung, juga didukung hasil koordinasi langsung Deputi I Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial dengan Pemda setempat, dalam hal ini Bupati Intan Jaya. Selain itu, bupati setempat juga belum melaporkan pada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat tentang adanya bencana kelaparan.

"Memang untuk distribusi ke Distrik Homeyo agak susah karena untuk bisa mencapai ke sana hanya bisa menggunakan pesawat jenis Twin Otter dan Cessna. Dan itu pun jika dilalui dari Nabire butuh watu 45 menit," imbuh politisi Golkar ini.

Pendistribusian bahan pangan di Distrik Homeyo juga terjadi karena ada kendala cuaca. Apalagi belum lama ini terjadi kecelakaan pesawat di Papua.

"Tapi pemerintah juga akan mengantisipasi kemungkinan terjadinya masalah terkait bencana yang bersifat darurat dengan sistem dukungan logistik yang tersedia. Sampai saat ini Kabupaten Intan Jaya telah menerima bantuan beras sebanyak 3 ton dari Pemprov Papua," terang Agung.

Dia menambahkan, Kemenko Kesra juga telah berkordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) agar dapat segera memberikan bantuan kepada Pemda setempat. Hal itu dilakukan jika kondisi di lapangan semakin parah.

Agar tidak terjadi bencana itu apa langkah Kemenko Kesra? "Satu-satunya cara agar tidak terjadi bencana itru dengan cara pembangunan infrastruktur agar pendistribusian berjalan lebih lancar. Kita juga sudah minta BNPB untuk menambah daya angkut agar tetap bisa mengangkut bantuan kesehatan, logistik, dan lainnya," ujar Agung.


(vit/nwk)


Berita Terkait