"SPBU itu kami tutup sementara, karena diduga menjual BBM jenis premium (bensin) dicampur air," ucap Kompol Zulkifli Muridu, Kapolsek Pamulang, saat dihubungi, Kamis (24/11/2011).
Menurut Zulkifli, pihaknya pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB mendapat laporan dari seorang pengendara mobil. Mobilnya mogok setelah mengisi premium di SPBU tersebut. "Kami langsung ke TKP untuk melihat langsung. Guna penyelidikan lebih lanjut maka kami segel dahulu," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah panggil untuk klarifikasi," ujar Zulkifli.
Menurut Zulkifli, pihaknya tidak bisa menyegel dalam waktu lama SPBU itu karena dikhawatirkan bisa mengganggu pasokan bahan bakar bagi masyarakat, khususnya di daerah Pamulang.
"Kami ingin memastikan, karena dari laporan, bensin di SPBU itu mengandung air. Ini yang masih kami selidiki. Sementara mobil si pelapor rusak sehabis isi bensin di situ," ucapnya.
Saat ini SPBU itu sudah dipasang garis polisi. Sementara, beberapa petugas SPBU masih tampak berada di dalam kantor SPBU. Terbongkarnya, peredaran premium oplosan ini berawal dari laporan masyarakat yang mengaku resah. Karena setiap kali mengisi bensin, kendaraan yang mereka kendarai pasti mogok.
Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Sutryawan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyidikan dan belum bisa mengetahui modus pengoplosan bensin di SPBU itu.
"Kami masih melakukan pemeriksaan kepada pengelola SPBU dan mengambil contoh bahan bakar untuk diperiksa apakah benar mengandung kadar air atau tidak," ucapnya.
Sementara itu, Dedi pengemudi angkutan umum jurusan Lebak Bulus-Pamulang mengatakan, setelah mengisi bensin, tiba-tiba seketika mobil tidak hidup. Ketika diperiksa, ternyata bensin di tangki mobil sudah tercampur air.
"Saya pikir ini pasti ada yang tidak beres," terangnya.
(fay/fay)










































