Terkait hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin menyarankan agar ke depan, panitia penyelenggara membenahi proses penjualan tiket.
"Perlu dibenahi di masa akan datang agar masyarakat tidak kebebanan, tidak berebutan dalam pembelian tiket ini," kata Baharudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya di loket ada public address contohnya, tiket yang dijual berapa dan tinggal berapa. Ini kan masyarakat sudah antre, tapi tahu-tahu sudah habis tiketnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Baharudin mengungkapkan, hal itu akan menjadi bahan evaluasi petugas keamanan dan panitia penyelenggara. Ia juga meminta seluruh elemen untuk saling mengevaluasi dan introspeksi.
"Itu jadi bahan evaluasi. Menurut saya tidak perlu saling salahkan," kata dia.
Aparat kepolisian juga akan mengevaluasi kericuhan suporter dan jatuhnya korban tewas. Polisi juga akan melakukan penyelidikan terkait korban tewas tersebut.
"Kapolda katakan evaluasi dan menyelidiki. Tahap penyelidikan untuk melihat apa sebabnya terjadi meninggalnya dua suporter itu," imbuhnya.
Baharudin menambahkan, pengamanan event AFF berbeda dengan event SEA Games.
"Sea games ini marathon, setiap hari ada pertandingan dan waktu untuk sosialisasikan juga terbatas," kata dia.
Baharudin mengungkapkan, pihaknya telah memberikan pengamanan yang maksimal dalam penyelenggaraan SEA Games kemarin. "Semua pintu sudah kita pasang orangnya," tutupnya.
(mei/lrn)










































