Demikian data Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi (KPAP) DKI Jakarta per Juni 2011. Data itu dipaparkan oleh Sekretaris KPAP Rohana Manggala dan Kabid Pengendalian Kesehatan DKI Jakarta, Ida Bagus Nyoman Banjar, di Resto 3 Nyonya, Jl Wachid Hasyim, Jakarta, Kamis (24/7/2011).
"Jumlah kasus baru per Juni 2011 adalah 675 penderita HIV dan 509 penderita AIDS dengan jumlah kematian 109 orang," papar Rohana.
Pada periode sama tahun lalu, jumlah kasus baru HIV mencapai 1.433 dan AIDS sebanyak 1.310 kematian, dengan jumlah kematian 280 orang. Penurunan drastis ini adalah hasil kerja keras KPAP dalam melakukan layanan konseling dan penyediaan logistik berupa kondom dan jarum suntik steril ke puskesmas di pelosok DKI Jakarta.
"Ke depan ada ada program baru, yaitu pencegahan transmisi seksual melalui intervensi jajaran pemerintahan dan pemulihan adiksi berbasis masyarakat," sambung Ida Bagus Nyoman Banjar.
Lebih lanjut dipaparkannya mengenai urutan jumlah penderita HIV dan AIDS berdasarkan kelompok masyarakat per Juni 2011. Ranking pertama adalah kalangan profesional (283 orang), ibu rumah tangga (147 orang), wiraswasta (139 orang), narapidana (48 orang), buruh kasar (32 orang) dan karyawan non-medis (29 orang).
"Tingginya ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS ini karena perilaku suaminya di luar rumah," ungkap Ida Bagus Nyoman Banjar.
Total jumlah penderita HIV dan AIDS di DKI Jakarta mencapai hampir 10 ribu orang. Yaitu 4957 orang penderita HIV dan 4627 orang penderita AIDS.
(lh/lh)











































