Dalam kunjungan singkat itu, Ketua Koni menyerahkan bantuan berupa segepok uang yang dibungkus dalam amplop putih. "Tidak perlu tahu nilainya. Kami harap sumbangan ini bisa mengurangi kesedihan pihak keluarga," ucap Rita, di Jalan Danau Batur V RT 01 RW 07, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/11/2011).
Sementara itu, Menpora Andi Malarangeng, berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh kegiatan berbagai pertandingan, terutama sepakbola. Dia berharap jatuhnya korban jiwa tidak terulang lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Andi, pihaknya tengah memikirkan bagaimana nanti setiap tiket pertandingan sepakbola tertera juga nomor kursi. "Saya ingin nantinya nonton sepakbola senyaman nonton film di bioskop. Ada tiket, ada nomor kursi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Jafar Hafsah yang juga datang ke rumah almarhum mengatakan sudah saatnya kapasitas stadion GBK ditambah. Ini mengingat jumlah penonton sepakbola yang semakin bertambah.
"Rasanya kapasitas stadion yang sekarang sudah tidak memadai. Volumenya harus ditambah," ucapnya, seusai mengunjungi orang tua Aprilianto, Suprapti (32).
Namun Jafar tidak bisa mengungkapkan berapa besar tambahan Stadion GBK itu. "Saya tidak kompeten untuk mengestimasi, namun patut dipertimbangkan untuk diperluas lagi," ucapnya.
Sementara itu, pada Rabu pagi, jasad Aprilianto telah dimakamkan oleh di TPU Carang Kulang Curug, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 09.00 WIB. Suprapti, ibu almarhum tak kuasa menahan tangis saat anaknya dimakamkan. Apri dimakamkan berdekatan dengan almarhum ayahnya Siriwindo, yang meninggal tiga tahun lalu.
Apri merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Siriwindo dan Suprapti (32). "Kami keluarga sangat kehilangan. Apri meninggal masih mengenakan baju Timnas berwarna merah dengan Lambang Garuda di dada, serta celana hitam," ujar Sugihadi, paman korban.
Menurut Sugihadi, korban pergi bersama delapan orang temannya. Sebagian di antaranya merupakan teman sekolahnya. Korban adalah siswa kelas 2 SMPN 1 Kelapa Dua.
"Almarhum memang ingin sekali nonton final di Stadion GBK, setelah diperbolehkan oleh ibunya, lalu pergi dengan bawa uang Rp 86.000 untuk beli tiket," ucapnya.
Namun nasib naas menimpa Apri. Bocah SMP itu malah tewas terinjak oleh puluhan ribu pendukung Timnas.
"Korban sempat dievakuasi dan diberikan pertolongan pernafasan namun dia tidak selamat. Dari hasil pemeriksaan ada luka memar di badan dan luka di wajahnya, akibat terinjak-injak. Tubuhnya memang kecil," ucap Sugihadi.
(fay/fay)











































