"Kami sebenarnya mempunyai saksi kunci yang mencirikan pelaku penusukan Raafi. Namun, hingga saat ini dia masih mengalami trauma," kata Ketua Tim Advokasi Brawijaya VI, Mahendradatta, di kantornya, Jl RS Fatmawati Raya No 22 F-G, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2011).
Menurut Mahendradatta, dari saksi tersebut diketahui pelaku penusukan Raafi di klub Shy Rooftop, Kemang, Jaksel, Sabtu (5/11) lalu, berkulit putih dan mengenakan baju berkerah. Namun, saksi tidak mengenal siapa pelaku.
"Saksi ini tidak mengenal pelaku, tapi yang jelas posisinya bisa melihat dengan lebih jelas peristiwa penusukan tersebut," ungkap Mahendradatta.
Dijelaskan dia, saksi itu sebetulnya juga sudah dimintai keterangan oleh polisi. "Sudah, tapi dirilisnya menunggu polisi," katanya.
Ia menambahkan, beberapa hari setelah peristiswa pembunuhan Raafi terjadi, para siswa Pangudi Luhur mengalami teror dan intimidasi. Suatu hari, sebuah mobil Daihatsu Esspas melintas di depan SMA Pangudi Luhur. Pengendaranya berteriak-teriak kepada para siswa saat jam pulang sekolah.
"Terus selain itu, di hari yang lain, juga ada beberapa pengendara motor yang melewati SMA Pangudi Luhur sambil memainkan gas motornya, yang tentu menambah tekanan kepada siswa SMA Pangudi Luhur," ujar Mahendradatta.
Sebelumnya, aparat Polres Jaksel telah menangkap 3 tersangka pengeroyok Raafi. Mereka berisinial M, F, dan H. Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing di kawasan Jakarta pada Selasa (22/11), dini hari, kemarin.
Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Kini polisi fokus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang menusuk Raafi.
(irw/fay)











































