Patrialis tiba di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2011) sekitar pukul 13.10 WIB.
Ia datang memenuhi undangan Komisi III DPR untuk mengklarifikasi seputar kekeliruan menyangkut pelaporan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) calon pimpinan (capim) KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka langsung bergegas menuju ke ruang tunggu pimpinan Komisi III DPR dan langsung disambut Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil dan anggota Komisi III DPR dari Gerindra Martin Hutabarat. Mereka kemudian berjabat tangan lalu cium pipi kanan dan cium pipi kiri.
"Perintah harus dilaksanakan," kata Patrialis.
"Iya dong, harus hadir," balas Martin.
Mereka lalu masuk dan terlihat berbincang-bincang. Penampilan Patrialis yang berbeda dari biasanya ini mengundang pertanyaan para wartawan.
"Kok sekarang brewokan, Pak?" kata seorang wartawan.
"Kan 2 minggu yang lalu pulang haji. Jadi saya biarkan. Dia kan mau tumbuh. Jadi nanti, kalau kita berkaca ada putih-putih buat evaluasi. Evaluasi, ternyata umur kita sudah semakin tua ya," jawab Patrialis sambil tertawa.
Mendengar jawaban Patrialis, seisi ruangan lalu ikut tertawa.
Lima menit kemudian, datang Menkum HAM Amir Syamsuddin. Amir yang mengenakan baju lengan panjang warna abu-abu langsung berjabat tangan dengan Patrialis. Mereka pun berfoto bersama.
(aan/fay)










































