Pemerintah Berhasil Indonesiakan Emas Papua, Bukan Masyarakatnya

Pemerintah Berhasil Indonesiakan Emas Papua, Bukan Masyarakatnya

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2011 13:39 WIB
Jakarta - Pemerintah selama ini dianggap cuma mengeruk keuntungan dari Papua, terutama tambang emasnya. Namun pemerintah dianggap gagal meng-Indonesiakan Papua.

"Kami melihat Jakarta gagal meng-Indonesiakan Papua. Jakarta hanya berhasil meng-Indonesiakan emas Papua dan tembaga Papua," kata Sekjen Presidium Dewan Papua Toha Al Hamid.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya ada tiga hal yang mendasari konflik kepanjangan di tanah Papua. Pertama yaitu adanya perbedaan persepsi status politik di Papua. Kedua, pelanggaran HAM yang terjadi di Papua sejak tahun 1961 hingga kini yang belum tuntas. Ketiga, persoalan hak dasar masyarakat Papua seperti adanya Otonomi Khusus yang dinilai tidak menjangkau persoalan Papua seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya.

"Jakarta (pemerintah) terus menjawab permasalahan Papua dengan pembangunan dan pemberian jabatan. Padahal bukan itu titik masalahnya. Jakarta tidak punya solusi untuk Papua," tegas pria yang mengenakan baju batik warna coklat ini.

Sementara itu mengenai masalah PT Freeport Indonesia, Toha menegaskan hal itu bukanlah masalah antara Freeport dengan masyarakat Papua. Namun permasalahan antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan asal AS itu. "Selesaikan itu dengan Jakarta, mereka yang buat kontrak. Kami hanya jadi korban," pinta Toha.

Ia pun meminta adanya dialog damai agar semua paham dan mengerti apa sebetulnya permasalahan di Papua. Toha juga meminta agar penggunaan militer di tanah Papua tidak digunakan lagi.

"Orang tidak mungkin berdialog di bawah senjata. Kami mohon kepada bapak anggota Dewan, jangan pembicaraan ini hanya berhenti di sini saja. Perlu ada rekoemndasi yang kuat agar ada efek positif bagi penyelesaian Papua," imbuhnya.

(feb/anw)


Berita Terkait