Eropa, AS, Jepang, dan Rusia Tertarik Tender Radar Baru Cengkareng

Eropa, AS, Jepang, dan Rusia Tertarik Tender Radar Baru Cengkareng

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2011 13:17 WIB
Eropa, AS, Jepang, dan Rusia Tertarik Tender Radar Baru Cengkareng
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan mengganti sistem radar di Cengkareng yang sudah tua pada awal 2012. Beberapa negara dari Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Rusia sudah menyatakan tertarik untuk mengikuti tender sistem radar pengganti sistem radar lama.

"Begini, ya, kita tidak bicara radar, tapi sistem. JAATCS (Jakarta Automated Air Traffic Control System) yang sekarang ini ada, JAATCS lama, nanti akan diganti baru dan ada JAATCS support. Jadi itu nanti dibikin sama Angkasa Pura sekaligus sitem mini back-up, itu sistem kalau JAATCS yang lama hang atau bagaimana," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubud Kemenhub) Herry Bakti Singayudha Gumay.

Hal itu dikatakan Herry di sela-sela Indonesia Airport Development Summit di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembari menunggu pembangunan sistem radar JAATCS baru, Kembhub akan memaksimalkan perawatan sistem radar yang lama. Gedung sistem radar baru akan dibangun di belakang kawasan Airport pada tahun 2012. Beberapa negara sudah menyatakan ikut tender dalam pembangunan sistem radar itu.

"Kita akan bangun awal tahun depan. Ini sistem open tender. Ada beberapa negara yang sudah tertarik dari Eropa, Amerika, dan Jepang. Rusia juga kemungkinan ikut. Diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa ditenderkan," jelas Herry.

Dalam catatan detikcom, terganggunya sistem radar di Cengkareng bukan sekali ini saja terjadi. Berikut insiden yang pernah menimpa Bandara Cengkareng:

Kamis 18 Maret 2004


Radar Bandara Soekarno-Hatta rusak pertama kali.

Jumat 19 Maret 2004

Komputer di Bandara Cengkareng rusak lagi

Jumat 5 Juni 2009

Sistem radar utama di Bandara Soekarno-Hatta mengalami kerusakan. Akibatnya, sistem radar cadangan di Bandara Soekarno-Hatta sempat dipakai selama 25 menit.

Jumat 6 Agustus 2010

Listrik bandara di Cengkareng padam sementara karena kedipan listrik (flicker) selama 1,7 detik yang mengakibatkan semua sistem di bandara mati. Sebenarnya, pihak bandara telah memasang UPS untuk mengantisipasi kedipan listrik semacam itu.

Namun, entah mengapa genset tidak langsung mengambil alih beban listrik. Ada jeda beberapa detik sehingga menyebabkan sistem komputer di bandara perlu "restart". Akibat kejadian ini, sistem pengamanan dan pengecekan bandara dilakukan secara manual.

Karena membutuhkan waktu lama, penumpukan penumpang pun terjadi. Penundaan penerbangan baik nasional maupun internasional tidak terhindarkan.

Minggu 29 Agustus 2010


Pukul 09.00-09.40 WIB, sistem radar Bandara Soekarno-Hatta mati total, sehingga beberapa pesawat harus putar-putar di udara lebih lama untuk menunggu giliran mendarat.

Kamis 27 Oktober 2011

Sistem radar di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng mengalami masalah sekitar 25 menit. Sistem radar yang terganggu adalah tampilan pantauan radar di monitor.

"Radar tidak mati, hanya ada masalah sekitar 25 menit dari pukul 16.45 WIB tadi. Tampilan pantauan radar di layar monitor, label targetnya hilang," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kapuskom Publik Kemenhub) Bambang S Ervan ketika dikonfirmasi detikcom, Kamis (27/10/2011) pukul 18.00 WIB.

(nwk/irw)


Berita Terkait