Pendapat ini disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung. "Padahal, pengusaha itu mempunyai mindset mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan ongkos sekecil-kecilnya. Ini tidak baik, seperti contohnya di Golkar," kritik Akbar.
Hal ini disampaikan Akbar dalam seminar bertajuk "Partai Politik dan Demokrasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (23/11/2011).
"Saya bangga menyatakan banyak sekali anggota Golkar sekarang yang mantan ketua Kadin, HIPMI, dan itu jumlahnya lebih dari 10 orang," sindir Akbar sambil tersenyum dan disambut tawa hadirin.
Sebagai catatan, saat ini di Golkar memang banyak diisi oleh para pengusaha. Bahkan, ketua umumnya, Aburizal Bakrie alias Ical, juga seorang konglomerat.
Lantas, Akbar membandingkan saat Golkar di bawah kepemimpinannya.
"Sementara pada zaman saya, itu banyaknya yang mantan ketua HMI, KAMMI, GMNI, dan lain-lain. Ini sebenarnya tidak baik menunjukkan adanya kesalahan dalam rekrutmen dan pembinaan partai," papar pria yang juga mantan ketua DPR ini yang juga pernah menjadi tersangka kasus korupsi itu.
Ke depan, kata Akbar, harus ada perbaikan yang bisa mengembalikan politik sehingga tidak menjadi tempat transaksi politik.
(aan/asy)











































