Kloter 16 UPG (Makassar), misalnya. Sebagian besar jamaah yang berjumlah 360 orang bisa menikmati 42 kali salat.
"Ada juga yang 41 kali, karena ada rombongan dari bus 7 yang telat tiba di Madinah," kata ketua kloter, Sawal, saat hendak meninggalkan Madinah usai ashar, Selasa (22/11/2011). Sawal dkk hari Rabu (23/11) ini berada di Jeddah dan selanjutnya terbang ke Makassar pada Kamis pukul 02.15 WAS.
Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah, Akhmad Jauhari, mengakui jamaah di fase II ini memang bisa mendapatkan lebih 40 waktu yang biasanya ditempuh 8-9 hari. "Stay gelombang II longgar. Jamaah bisa salat sampai 43 waktu," katanya.
Kelonggaran ini terjadi karena berhubungan dengan rencana kepulangan jamaah ke Tanah Air. "Disesuaikan dengan jadwal kepulangan jamaah, terkait dengan jadwal penerbangan," ungkapnya.
Setiap kloter datang ke Madinah, ketua kloter harus menandatangani jadwal dan penetapan awal salat arbain (bayan tarhil). Pada fase I, karena jadwal yang ketat, sesekali terjadi perdebatan antara ketua kloter dan pengelola pemondokan dalam penentuan awal salat arbain.
Salat arbain berlandaskan sabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa salat di masjidku 40 kali salat (arbain) dengan tanpa ketinggalan satu salat pun, maka ditulis baginya selamat dari api neraka dan keselamatan di hari kiamat." (H.R. Tabrani).
Sawal menuturkan, jamaahnya bersemangat menunaikan salat arbain -- ibadah yang tidak terkait dengan haji. "Mereka bersemangat luar biasa. Mereka tidak mau arbain terganggu. Semangatnya menggebu," katanya.
Sementara itu, pada Selasa (22/11) hingga 20.00 WAS, jumlah jamaah yang datang dari Makkah melalui Terminal Hijrah berjumlah 16 kloter sebanyak 6.493 orang. Jumlah total yang tiba di Madinah 96 kloter dengan jumlah jamaah 36.847 orang.
(nrl/nal)











































