Kemsos Kritisi Kasus 'Charity Settingan'

Kemsos Kritisi Kasus 'Charity Settingan'

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2011 10:11 WIB
Jakarta - Kementerian Sosial (Kemsos) angkat bicara soal kasus 'charity settingan'. Kemsos berharap pertemuan yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), tvOne, dan pekerja sosial yang terlibat dalam 'charity settingan' bisa menghasilkan kesimpulan konstruktif bagi penderita.

"Fokus kita agar anak yang sakit Nando, dapat tertolong," kata staf ahli Mensos, Sapto Waluyo dalam siaran pers, Rabu (23/11/2011).

Sapto juga menyampaikan, Kemsos akan bertanggung jawab terkait pendanaan untuk pengobatan Nando bila yang bersangkutan berasal dari keluarga miskin dan terlantar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika bukan dari keluarga miskin, maka kementerian terkait dan Pemda bertanggung jawab dalam bentuk Jamkesmas," imbuhnya.

Diakui, dalam pendanaan bagi keluarga tidak mampu, memang membutuhkan partisipasi masyarakat. Namun, sebaiknya pendanaan yang dikumpulkan masyarakat dan media massa harus melalui yayasan dan organisasi sosial.

"Media massa dapat berperan, tapi harus melalui lembaga sosial sesuai UU 9/1961 tentang Pengumpulan Uang dan Barang serta PP 29/1980 tentang Pelaksanaan Sumbangan Masyarakat. Media bisa lakukan program CSR secara mandiri, tapi jika galang dana publik harus melalui yayasan dan organisasi sosial," jelas Sapto.

Sedang untuk tingkat nasional, organisasi sosial harus mendapat izin Kemsos. "Untuk tingkat daerah berhubungan dengan Dinsos Provinsi atau Kabupaten/Kota," tuturnya.

Terkait kasus 'charity settingan' itu, pihak tvOne menegaskan, tayangan 'Sosialite' pada Sabtu (19/11) lalu, memang menayangkan acara charity yang benar-benar ada. Namun tvOne menegaskan acara tersebut adalah acara orang luar, dan tvOne tak melakukan settingan.

"Yang kami dapatkan memang acara itu ada, charity untuk keperluan orang yang membutuhkan. Persoalannya kan apakah pada saat itu ada beberapa orang yang diundang, fokus kami mengambil gambar pada kegiatannya," jelas General Manager News and Sports tvOne, Totok Suryanto.

Hal itu dikatakan Totok usai bertemu dengan KPI di Kantor KPI, Gedung Bapeten, Jalan Gajah Mada 8, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2011).

Kasus ini mencuat setelah pegiat sosial Valencia Mieke Randa (Silly) diminta oleh sosialita Fifie Buntaran untuk datang ke acara amal yang berlangsung di Hotel Sheraton, Kamis lalu. Pegiat sosial itu diundang untuk menjelaskan kepada peserta amal tentang Nando, bocah kecil yang menderita gagal ginjal.

Alangkah bahagianya Silly saat acara amal tersebut mendapat respons sangat positif. Gaun-gaun yang ditampilkan dalam acara Charity Fashion Show tersebut terjual puluhan juta, bahkan ada yang terjual Rp 100 juta. Ditegaskan dia, acara amal malam itu memang didedikasikan untuk menyumbang Nando.

Dalam hati, Silly berpikir semua uang yang dihasilkan dalam malam amal tersebut akan disumbangkan ke Nando. Tapi alangkah kagetnya dia. Saat acara selesai, ternyata tidak ada tanda-tanda transaksi, apalagi komitmen dari panitia untuk menyumbang Nando.

Silly, yang mendapat informasi acara itu merupakan settingan panitia dan tvOne, mengaku telah meminta tvOne meng-cut gambar dirinya dan juga Nando. Akan tetapi, kala melihat tayangan 'Socialite' tvOne, dirinya dan juuga Nando tetap tersorot kamera.

Fifie ketika dikonfirmasi membantah acara itu settingan. Menurut Fifie, Valencia Mieke Randa (Silly), pihak yang akan menerima sumbangan untuk nantinya diserahkan kepada Nando, bocah penyandang gagal ginjal, telat datang di acara amal. Sehingga uang hasil amal diserahkan kepada pihak lain yang juga membutuhkan.

"Karena dia telat datang, kita berembug dan akhirnya mengalihkan dana kepada pihak lain yang membutuhkan," kata Fifie saat dihubungi detikcom, Minggu (20/11).

(ndr/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads