Annan Desak ASEAN untuk Percepat Demokrasi di Myanmar
Jumat, 16 Jul 2004 16:24 WIB
Jakarta -
Sekjen PBB Kofi Annan mendesak negara-negara Asia Tenggara untuk mengupayakan pembebasan pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi. Pemimpin badan dunia itu menekankan tanggung jawab ASEAN untuk mempercepat reformasi demokrasi di negeri Myanmar.Annan juga membahas kemungkinan mengadakan konsultasi internasional mengenai masalah Myanmar. Demikian sebuah statemen yang dirilis Juru Bicara Annan, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (16/7/2004).Saat menghadiri Konferensi AIDS Internasional ke-15 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Annan sempat bertukar pandangan dengan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan pejabat-pejabat lain mengenai situasi di Myanmar. "Dalam pembicaraannya dengan para pemimpin Thai, Sekjen menekankan peran dan tanggung jawab negara-negara di wilayah tersebut dalam membantu akselerasi proses demokrasi dan rekonsiliasi nasional di Myanmar, yang dimulai dengan pembebasan Aung San Suu Kyi,'' demikian statemen PBB.Juru bicara pemerintah Thai, Jakrapob Penkair mengatakan seusai pertemuan Annan dengan Thaksin, Sekjen telah menyampaikan keprihatinan mengenai lambannya laju reformasi demokrasi di Myanmar, khususnya belum dibebaskannya Suu Kyi oleh pemerintah militer negeri itu.Kepada wartawan, Jakrapob menuturkan bahwa pejabat-pejabat Thai telah mengatakan kepada Annan bahwa mereka berencana menggunakan "metode khusus" untuk mempercepat kemajuan politik di Myanmar yang juga dikenal sebagai Burma itu. Ia tidak menjelaskan lebih jauh.Suu Kyi, peraih hadiah Nobel Perdamaian, telah ditahan sejak Mei 2003 lalu menyusul bentrokan berdarah antara para pengikutnya dengan pendukung pemerintah.
(ita/)










































