"Kalau sampai tanggal 5 ini tuntutan kami tidak dipenuhi oleh pemerintah, kami berencana akan melakukan aksi mogok pada 6 Desember," kata Humas PT KAI Daop 1, Mateta Rizalulhaq, di Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta, Selasa (22/11/2011).
Mateta menjelaskan, tuntutan PT KAI adalah agar bisa membeli BBM dengan harga bahan bakar bersubsidi. Karena selama ini PT KAI harus membeli ΠΠΠ non subsidi seharga Rp 9.000/liter, sementara harga BBM bersubsidi Rp 4.500/liter.
"Ini kan tidak adil kalau kami dipaksa membeli dengan harga industri," tuturnya.
Namun Mateta belum bisa menjelaskan secara rinci tentang rencana mogok tersebut. Pihaknya masih akan membicarakannya terlebih dahulu.
"Bisa keretanya tidak beroperasi atau pintu perlintasan tidak dijaga. Waktunya juga bisa 3 jam atau 3 hari. Teknisnya masih dibicarakan," tutupnya.
(ndr/gah)











































