Sumbar Krisis Listrik, LSM Ancam Gugat PLN
Jumat, 16 Jul 2004 15:27 WIB
Padang - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Padang berancang-ancang untuk segera menggugat Perusahaan Listrik Negara (PLN). Menurut mereka, krisis listrik yang terjadi di Sumbar, Riau dan Jambi belakangan ini lebih disebabkan karena kesalahan manajerial PLN.Mereka berpandangan, tidak sepantasnya PLN membebankan hal itu pada masyarakat dengan melakukan pemadaman listrik selama 3, 6 bahkan sampai 12 jam perhari.Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Arif Rahman menilai, krisis listrik yang kini harus ditanggung warga disebabkan oleh buruknya manajemen PLN. "Saya melihat banyak keganjilan di PLN," katanya saat ditemui detikcom di kantornya Jl. Pekan Baru No. 21, Jumat (16/7/2004)."Setiap tahun mereka selalu menyatakan rugi, sementara harga listrik terus naik. Saya menilai, kejadian ini karena kesalahan manajemen karena tidak memiliki antisipasi untuk mengatasi kerusakan perangkat produksinya," papar Arif.Pihaknya kini sedang merancang melakukan gugatan class action terhadap PLN. "Menilik UU perlindungan konsumen, gugatan dapat saja dilakukan. Sejauh ini, kita sudah beberapa kali melakukan pembicaraan meski masih belum final. Setidak-tidaknya, kita akan mendukung langkah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Padang untuk menggugat PLN," ungkapnya.SahDeputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sumbar Yusman Rajo Mudo ketika dihubungi detikcom melalui ponselnya, Jumat (16/7/2004) mengatakan, gugatan LSM tersebut adalah sesuatu yang sah-sah saja. Namun, kita berharap kawan-kawan di LSM juga mengerti kalau krisis listrik ini bukan kehendak PLN. Kita juga sudah berusaha maksimal untuk mengatasinya, ujar Yusman.Yusman Rajo Mudo menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah berhasil memperbaiki 1 dari 2 unit PLTU Ombilin yang sebelumnya rusak total. Di samping itu, sejak tadi malam kekurangan pasokan listrik di Sumbar juga sudah dibantu oleh pembangkit listrik wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) melalui jalur interkoneksi Sumbar Sumsel."Dari 1 unit PLTU Ombilin kita mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 80 MW dan bantuan dari Sumsel sebesar 22 MW. Karena tambahan pasokan itu, sejak tadi malam pemadaman listrik sudah kita kurangi," demikian Yusman Rajo Mudo.
(nrl/)











































