Tragedi 27 Juli akan Diperingati Serentak di 48 Kota
Jumat, 16 Jul 2004 15:06 WIB
Jakarta -
Tragedi berdarah 27 Juli akan diperingati secara nasional. Peringatan peristiwa yang terjadi delapan tahun lalu ini akan digelar serentak di 48 kota. Di Jakarta peringatan akan digelar di bekas kantor DPP PDIP yang diserbu kelompok massa itu.Hal ini disampaikan Panitia Nasional Peringatan Delapan Tahun Tragedi Berdarah 27 Juli dalam jumpa pers di bekas kantor DPP PDIP, Jl. Diponegoro No.58, Jakarta Pusat, Jumat (16/7/2004) siang.Wakil ketua panitia nasional, Pilianha, menyatakan berkaitan dengan acara peringatan ini akan digelar panggung rakyat di bekas kantor DPP PDIP dari 20 sampai 27 Juli."Kami juga menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat kasus ini. Mulai dari Jenderal besar Soeharto, Sutiyoso, Zacky Anwar Makarim, serta tidak terkecuali SBY yang saat itu menjabat sebagai Kasdam Jaya," kata Pilianha.Menurut Pilianha, acara ini bukan saja hanya seremonial tapi juga untuk mengingatkan tragedi 27 Juli adalah monumen sejarah dari kekuasaan yang haus darah. "Peringatan ini sebagai sebuah media pembelanjaran tentang betapa mahalnya harga kebebasan, juga mahalnya harga demokrasi."Menjawab pertanyaan apakah peringatan ini sebagai kampanye negatif terhadap SBY, sekretaris panitia Chairul Ichsan menegaskan persoalan hukum harus ditegakkan terhadap siapapun. "Dengan adanya peringatan ini kita mengharapkan masyarakat tidak amnesia sejarah. Bahwa apa yang terjadi delapan tahun lalu, ada tokoh yang melakukan pembungkaman terhadap demokrasi."Lalu ditambahi Pilianha, bahwa acara peringatan ini bukan bermaksud membuka borok. "Tapi untuk menyampaikan kepada rakyat bahwa kebenaran adalah kebenaran, dan keadilan adalah keadilan. Dan semua itu seringkali harus ditebus dengan darah air dan mata."
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































