"Pak Fahmi menjelaskan tentang prestasinya sebagai mantan menteri yang tidak abuse of power. Setahu saya beliau relatif bersih," ujar Busyro dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (22/11/2011).
Busyro juga mengapresiasi kinerja Fahmi selama menjadi menteri di mana dia berhasil mendapatkan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). "Memang departemennya mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian," kata Busyro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ke sini menanyakan mengenai pernyataan Pak Busyro soal menteri Parpol yang mengeruk uang negara. Saya menteri dari Parpol merasa terhina," kata Fahmi saat tiba di Gedung KPK.
Fahmi menilai Busyro menggiring opini masyarakat untuk mengecap menteri dari parpol selalu mengeruk pundi negara, padahal tidak semuanya seperti itu.
"Nyatanya saya bersih. Selain itu banyak menteri non parpol yang juga divonis oleh pengadilan Tipikor," ucap Fahmi.
Busyro menyampaikan pernyataannya itu saat memberi kuliah umum "Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia" di Auditorium Perpustakaan Universitas Indonesia lantai 6 kampus Depok, pada Jumat (18/11) lalu.
Busyro mengatakan bahwa korupsi salah satunya bisa diberantas dengan memberikan jabatan menteri kepada orang di luar partai.
"Kementerian yang menterinya orang partai akan menjadikan kementeriannya untuk pundi-pundi anggaran," ucap Busyro.
(fjp/gun)










































