Pramono Anung: Kejagung Lalai Awasi Jaksa Nakal

Pramono Anung: Kejagung Lalai Awasi Jaksa Nakal

- detikNews
Selasa, 22 Nov 2011 11:25 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menanggapi tertangkapnya jaksa Sistoyo. Hal ini dipandangnya sebagai bagian dari kelalaian Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Karena ini kasubdit pembinaan ini aneh. Saya rasa kejaksaan punya andil besar terkait kesalahan itu, ini kelalaian pengawasan kejaksaan," tutur Pramono.

Hal ini disampaikan Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pramono kasus ini harus tetap dituntaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini perlu dilakukan agar lebih objektif dalam menuntaskan kasus ini.

"Saya termasuk silakan saja KPK menangani," tutur Pramono.

Namun Pramono mengimbau KPK lebih fokus menangani kasus korupsi yang lebih besar agar KPK tak dicap sebagai penangkap ikan teri.

"Menurut saya secara quality tidak hal yang luar biasa. Kalau kita mau menyadap mungkin berpuluh-puluh lagi kasus seperti ini. Kenapa yang dipilih kasubdit pembinaan yang kasusnya kecil banget. Lebih baik KPK fokus pada kasus besar. Menangkap Don Corleone yang sebenarnya," jelasnya.

Jaksa Sistoyo dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap. Sanksi pemecatan pun sudah disiapkan bila jaksa dari Kejari Cibinong itu terbukti bersalah.

Jaksa Sistoyo ditangkap KPK di halaman parkir Kejari Cibinong, Bogor, Jabar, Senin (21/11/2011) kemarin. Selain dia, ada dua orang pengusaha yakni Anton Bambang dan Edward yang dicokok. Duit Rp 100 juta juga disita KPK dari Sistoyo.

Penangkapan terjadi sekitar pukul 18.00. Ketiganya kini masih diperiksa intensif di gedung KPK.

(van/gun)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini