Harganya memang tidak murah. Karpet Raudlah bermerek Kirmaniya berukuran 2x3 meter dilepas toko di harga 600 riyal atau sekitar Rp 1,5 juta. Tapi bila dibanding harga di Jakarta, jatuhnya miring. "Kata pelanggan saya, di daerah Kemang karpet itu dijual Rp 4 juta," kata Jimmy, Senin (21/11/2011).
Jimmy lalu mengajak ke mobil kargonya yang diparkir di seberang kantor misi haji daerah kerja (daker) Madinah. Di dalam mobil itu terdapat gelondongan karpet Raudlah berwarna hijau dan karpet khas Masjid Nabawi berwarna merah, yang baru diambilnya dari pelanggan untuk dikirim ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid Nabawi, yang awalnya merupakan tempat tinggal Rasullah dan masjid open air yang sederhana, menggunakan karpet merah yang cantik dan empuk untuk bagian dalam masjid. Salat di karpet merah menjadi favorit jamaah karena memberi kehangatan di musim dingin seperti saat ini.
Sedangkan Raudlah yang biasa disebut taman surga, adalah tempat mustajab untuk berdoa. Raudlah terletak di bangunan masjid lama, di bawah kubah hijau yang menjadi ciri khas Masjid Nabawi yang telah diperluas hingga 165.000 meter persegi. Di bawah kubah hijau ini pula terdapat makam Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab. Rasulullah bersabda: Tempat di antara rumahku dan mimbarku adalah sebuah taman (raudlah) dari taman-taman surga.
Jamaah mudah mengetahui Raudlah karena memiliki karpet yang berbeda yaitu berwarna hijau. Di jam-jam tertentu jamaah antre panjang untuk memasuki tempat seluas 22x15 meter itu untuk berdoa/salat. Karpet bermotif warna hijau yang tergelar di Raudlah inilah yang dipromosikan oleh Jimmy.
Dalam musim haji ini, Jimmy dkk mampu mengumpulkan barang untuk dikargo udara sebanyak 50 ton seminggu, belum kargo laut yang lebih miring tapi lama sampai. Jamaah haji reguler biasanya mengkargo barang seperti sajadah, kerudung, dsb. Sedang jamaah ONH Plus lebih suka mengirim karpet atau permadani mahal. Mayoritas tujuan pengiriman adalah Jabodetabek
(nrl/mpr)











































