"Antara lain seperti itu (mempolisikan). Kita mendorong polisi kalau mentok kita akan menggunakan langkah hukum," ujar penasihat tim advokasi Brawijaya IV, Mahendradatta saat dihubungi detikcom, Senin (21/11/2011).
Menurut alumni Pangudi Luhur ini, tidak ada kelanjutan dalam pemeriksaan polisi terhadap manajemen Shy Rooftop terkait penghambatan penyidikan tersebut. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pihak Shy Rooftop, namun polisi tidak berbuat apa-apa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahendradatta mengaku sudah banyak penemuan yang mereka dapatkan dalam kasus ini. Namun ia enggan menjelaskannya.
"Kalau langsung saya sampaikan nanti mendahului polisi. Polisi sebenarnya sudah banyak penemuan juga soal kasus ini," ungkapnya.
Seperti diketahui, Raafi tewas setelah tertusuk di perutnya saat menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya di Shy Rooftop, Kemang, Jaksel pada Sabtu (5/11) lalu. Sebelum ditusuk, Raafi sempat terlibat keributan dengan para pelaku.
Dalam kejadian itu, ternyata bukan hanya Raafi yang terluka. Teman Raafi, G yang juga siswa SMA Pangudi Luhur turut terluka akibat terkena pisau pelaku.
Sebelumnya manajemen kelab malam Shy Rooftop meminta maaf dan ikut berbela sungkawa atas kasus penusukan Siswa SMA Pangudi Luhur hingga tewas. Manajemen siap bekerjasama dengan polisi mengungkap pelaku penusukan tersebut.
"Sehubungan dengan insiden yang terjadi pada hari Sabtu dini hari tanggal 5 November 2011 di Shy Rooftop, atas nama Manajemen Shy Rooftop, pertama-tama perkenankan kami mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ujar Manajemen Shy Rooftop, Helmi, dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (8/11).
(gus/ndr)











































