Tim Advokasi Raafi Tak Mau Spekulasi Soal Keterlibatan Ormas

Tim Advokasi Raafi Tak Mau Spekulasi Soal Keterlibatan Ormas

- detikNews
Senin, 21 Nov 2011 14:55 WIB
Jakarta - Tim advokasi Brawijaya IV kasus Raafi tak mau berspekulasi soal ada atau tidaknya ormas yang terlibat dalam kasus pengeroyokan dan penusukan kliennya. Namun tim ini akan mendalami keterkaitan pertengkaran para siswa Pangudi Luhur dengan ormas 234 SC.

"Kami nggak mau menunjukkan kelompoknya. Semuanya sedang kita dalami," ujar penasihat tim advokasi Brawijaya IV, Mahendradatta saat dihubungi detikcom, Senin (21/11/2011).

Menurut alumni Pangudi Luhur (PL) ini, Raafi termasuk anak yang tidak suka cari ribut dengan siapapun. Tapi tim advokasi tetap akan mendalami apakah Raafi punya catatan pertengkaran dengan seorang siswa PL atau tidak. Setahu Mahendradatta, konflik internal antar sesama siswa PL memang ada. Namun apakah Raafi terlibat, masih terus didalami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak ini bukan orang yang suka cari ribut. Tapi track recordnya Raafi dalam dunia kekerasan sedang kita dalami," ujarnya.

Begitu juga dengan dugaan kabar yang menyebutkan keterkaitan konflik siswa PL dengan ormas 234 SC saat malam kejadian penusukan. Termasuk dugaan apakah ada seorang siswa PL yang terlibat konflik internal dengan Raafi Cs, merupakan salah satu anggota 234 SC, masih belum jelas.

"Ya kita nggak bisa bilang itu nggak mungkin. Segala kemungkinan harus dibuka. Kita terus dalami," ucapnya.

Mahendradatta juga membantah mengenai penyulut terjadinya pertengkaran antara kelompok Raafi dengan Mike Cs akibat puntung rokok yang dilemparkan seorang siswa PL. Menurut keterangan saksi yang ia dapatkan, puntung rokok dilemparkan saat pertengkaran terjadi.

"Jadi bukan gara-gara itu. Lempar puntung terjadi di dalam masa keributan. Lempar puntung rokok, lempar asbak, jadi kayak timpuk-timpukan gitu," ungkapnya.

Sebelumnya pihak 234 SC telah membantah terlibat kasus Raafi. Namun pihak 234 mengakui ada 10 anggota mereka diperiksa terkait insiden Raafi. Status mereka masih saksi karena berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

(gus/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads